Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya

Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya

Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya

Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya
Walmart Beri Beasiswa bagi 1,4 Juta Pegawainya

Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS) Walmart mengumumkan akan menawarkan pendidikan

bersubsidi untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi 1,4 juta karyawan dari total 2,3 juta karyawan yang dimiliki peritel terbesar di dunia tersebut.

Melansir CNBC Make It, Minggu (3/5/2018), pendidikan tersebut akan diberikan kepada karyawan penuh, paruh waktu, serta karyawan Sams Club, sebuah ritel online yang juga dikelola oleh Walmart. Nantinya, para pegawai cukup membayar US$1 atau sekitar Rp 14.000 kepada Walmart tiap harinya.

Baca:
Kekayaan Keluarga Ini Melebihi Harta Orang Terkaya Dunia

“Investasi kecil-kecilan ini adalah cara meningkatkan jumlah pegawai yang menyelesaikan pendidikannya

,” kata Erica Jones, Senior Manager Komunikasi Walmart.

“Sebuah penelitian menunjukan, ketika orang berinvestasi secara pribadi dalam pendidikan mereka, mereka akan lebih percaya bisa menyelesaikannya,” tambahnya kepada CNBC Make It.

“Ibaratnya, US$1 sehari seperti dalam permainan. Pada dasarnya, mereka memiliki pendidikan yang harus dibayar, tetapi juga sekaligus berinvestasi pada diri sendiri,” jelasnya.

Harus diakui, hanya dengan US$365 per tahun, biaya untuk mendapatkan gelar sarjana untuk pegawai Walmart jauh lebih rendah dibandingkan biaya rata-rata biaya masuk ke perguruan tinggi.

Pegawai Walmart nantinya dapat memilih untuk meraih gelar sarjana bisnis atau manajemen, atau bahkan setara dengan itu dari Universitas Florida, Universitas Brandman, dan Universitas Bellevue.

Program ini juga akan mengombinasikan pekerja dengan seorang pelatih pendidikan

yang akan memberikan pelajaran satu kali dalam satu minggu, menjelaskan formulir bantuan dana, serta memastikan para siswa berada di jalur yang benar agar lulus tepat waktu.

“Ini adalah cara lain, bahwa program ini melakukan berbagai langkah ekstra untuk memastikan bahwa rekan-rekan memiliki dukungan hingga akhir,” kata Jones.

Selain itu, program ini dianggap tidak hanya bermanfaat bagi para pegawai Walmart, namun juga keuntungan bagi perusahaan.

“Tenaga kerja yang terlatih dengan baik adalah salah satu cara terpenting Walmart untuk memenangkan pasar ritel di masa depan,” kata dia.

Perusahaan seperti Starbucks, Chipotle, McDonald’s, dan Amazon sebelumnya meluncurkan beasiswa serupa pada tahun ini, yang sekaligus menimbulkan pertanyaan : apakah perusahaan berinvestasi karena memang harus dilakukan, atau justru sekadar membantu.

“Berinvestasi dalam kesuksesan pribadi dari rekan kami sangat penting bagi keberhasilan masa depan Walmart,” kata Greg Foran, CEO Walmart AS.

“Kami tahu pelatihan dan kesempatan belajar untuk memberdayakan karyawan akan membuat karir mereka lebih maju,” jelasnya.

Raksasa ritel ini memang sudah sejak lama mendapatkan pegawasan dari kelompok buruh yang mengkritisi kebijakan Walmart yang dianggap anti buruh dan menekan upah para karyawannya.

Baru pada tahun ini, Walmart menaikkan gaji pokok karyawannya dari US$2 per jam menjadi US$11 per jam. Sementara pesaing utama Walmart, Target, baru-baru ini menyatakan komitmennya untuk membayar pekerja minimal US$15 per jam.

 

Baca Juga :