Tindakan Represif

Tindakan Represif

Tindakan Represif adalah suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang terjadi dapat dihentikan.

Usaha menindak pelanggaran norma – norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan menerapkan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran.

Tindakan represif terhadap kenakalan remaja dapat dilakukan dengan cara berikut.

1) Di rumah, remaja harus menaati peraturan dan tata cara yang berlaku. Di samping itu, perlu adanya semacam hukuman yang dibuat oleh orang tua terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara keluarga. Pelaksanaan tata tertib harus dilakukan dengan konsisten. Setiap pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi yang sama, sedangkan hak dan kewajiban anggota keluarga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan umur.

2) Di sekolah, kepala sekolah yang berwenang dalam pelaksanaan hukuman terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. Dalam beberapa hal guru juga berhak bertindak. Akan tetapi, hukuman yang berat seperti menskors maupun pengeluaran dari sekolah merupakan wewenang kepala sekolah. Guru, dan staf pembimbing bertugas menyampaikan data mengenai pelanggaran dan kemungkinan – kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya. Pada umumnya, tindakan represif dapat diberikan dalam bentuk peringatan secara lisan maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan team guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara, dan sebagainya tergantung dari pelanggaran tata tertib sekolah yang digariskan.

c. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi
TIndakan ini dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkah laku si pelanggar dengan memberikan pendidikan lagi. Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus, hal ini sering ditanggulangi oleh lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini.

Dari pembahasan mengenai penganggulangan masalah kenakalan remaja ini, perlu ditekankan bahwa segala usaha harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan dan iman sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.

8. Kependudukan
Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah – masalah kependudukan. Upaya yang dijalankan pemerintah untuk mengatasi masalah kependudukan, antara .lain sebagai berikut.
a. Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
b. Melaksanakan program transmigrasi.
c. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
d. Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya.

9. Kebakaran
Kebakaran pemukiman sangat meresahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya sebagai berikut.
a. Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
b. Merawat jaringan listrik, kabel yang mulai mengelupas harus diganti.
c. Mematikan kompor setelah memasak.
d. Berhati – hati menggunakan lilin dan korek api.

Selain kebakaran pemukiman, kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hijau hutan akan semakin berkurang.

10. Kemiskinan
Mengurangi kemiskinan dapat dilakukan dengan beberapa program pemerintah yang mengedepankan kepentingan rakyat. Program tersebut, antara lain sebagai berikut.

a. Meningkatkan pendidikan rakyat. Pendidikan harus dapat dicapai oleh semua kalangan dengan melaksanakan wajib belajar. Program ini bertujuan menciptakan anak Indonesia yang cerdas, berintelektual tinggi, serta dapat berguna bagi kepentingan bangsa dan negara.
b. Membuka banyak lapangan kerja. Program ini merupakan salah satu langkah efektif untuk menekan kemiskinan karena dengan adanya lapangan pekerjaan, maka seseorang akan bekerja dan mendapat penghasilan untuk kesejahteraan keluarganya.
c. Stop eksplorasi / pengurasan kekayaan alam Indonesia oleh perusahaan asing. Banyak kekayaan Indonesia yang dikelola oleh pihak asing dengan alasan kita tidak mampu. Padahal jika kekayaan alam Indonesia dikelola sendiri, maka hasil pengelolaannya akan dinikmati oleh rakyat.

 

Sumber: https://pulauseribumurah.com/