Syarat dan Rukun qardh

Syarat dan Rukun qardh

 Syarat-syarat utang adalah sebagai berikut:

  1. Besarnya utang harus diketahui dengan takaran, timbangan, atau jumlahnya.
  2. Sifat utang dan usianya harus diketahui jika dalam bentuk hewan
  3. Utang tidak sah dari orang yang tidak normal akalnya

  Sementara menurut Hanafiah rukun qardh adalah ijab dan qobul. Sedangkan menurut jumhur fuqaha rukun qard adalah :

  1. Aqid yaitu muqridh dan muqtaridh
  2. Maqdud ‘alaih yaitu uang atau barang
  3. Shighat yaitu ijab dan qabul
  4. Hukum Qardh

Hukum akad qiradh adalah boleh antara kedua belah pihak yang berakad, keduanya memiliki hak untuk membatlkan akad kapan saja dia mau, dan jika pembatalan datang dari pihak penghutang, maka dia harus melunaskan semua utang dan mengembalikannya[6].

Menurut Malikiyah, qardh hukumnya sama dengan hibah, shadaqah dan ‘ariyah, berlaku dan mengikat ketika terjadinya akad (Ijab qabul), walaupun muqtaridh belum menerima barangnya. Sedangkan menurut pendapat Syafi’iyah dan Hanabilah, kepemilikan dalam qardh berlaku apabila barang telah diterima dan muqtaridh mengembalikan barang yang sama kalau barangnya mal mitsli tetapi apabila barangnya mal qimi maka ia mengembalikannya dengan barang yang nilainya sama dengan barang yang dipinjamnya.[7]

 

RECENT POSTS