Semantik dan Filsafat

Semantik dan Filsafat

Filsafat merupakan ilmu yang mengkaji kearifan, pengetahuan, dan hakikat realitas. Dengan ini, semantik dalam kajian ilmu filsafat memiliki fungsi yakni ketepatan dalam menyusun simbol bahasa agar membentuk sebuah pola kalimat atau struktur realitas secara benar. Perhatikan contoh berikut: “Andi dan Anita mulai gawat darurat.” Bisa saja dimaknai “Andi dan Anita sakit keras.”Sementara yang dimaksud penutur adalah “Hubungan Andi dan Anita sudah tidak harmonis.”Hal ini meyakinkan bahwa penggunaan logika dalam sebuah bahasa sangatlah penting, sebaliknya yakni tanpa penggunaan logika dalam menyusun kalimat, memungkinkan munculnya salah penafsiran antar penutur dan penerima.

2) Semantik dan Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang mengkaji hakikat dan gerak-gerak jiwa. Psikologi mengkaji tentang kebermaknaan jiwa, sedangkan semantik kebermaknaan kata atau satuan ujaran dalam bahasa. Dengan kata lain, keberadaan kata tidak hanya dimaknai dalam struktur bunyi dan bentuk tulisannya saja, namun pada makna yang terkandung dalam satuan bahasa tersebut. Missal: “Kau ini seperti kelelawar!” dapat kita simpulkan, sikap marah yang dimunculkan oleh orang tua telah diasosiasikan terhadap perilaku kelelawar.                    .

3) Semantik dan Antropologi serta Sosiologi

Semantik dianggap berkepentingan dengan antropologi dikarenakan analisis makna pada sebuah bahasa, menalui pilihan kata yang dipakai penuturnya, akan dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya Penggunaan / pemilihan kata ‘ngelih’ atau penuturnya. Contohnya : ‘lesu’ yang sama-sama berarti ‘lapar’ dapat mencerminkan budaya penuturnya. Karena kata ‘ngelih’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat Jogjakarta.Sedangkan kata ‘lesu’ adalah sebutan untuk ‘lapar’ bagi masyarakat daerah Jombang. Sedangkan dalam keterhubungan dengan sosiologi dikarenakan seringnya dijumpai kenyataan bahwa penggunaan kata tertentu untuk mengatakan sesuatu dapat menandai Penggunaan / pemilihan identitas kelompok penuturnya.Contohnya : kata ‘cewek’ atau ‘wanita’, akan dapat menunjukkan identitas kelompok penuturnya. Kata ‘cewek’ identik  dengan kelompok anak muda, sedangkan kata ‘wanita’ terkesan lebih sopan, dan identik dengan kelompok orang tua yang mengedepankan kesopanan.

4) Semantik dan Sastra                          .

Sastra menggunakan bahasa sebagai media pemaparannya.Bebeda dengan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Bahasa dalam sastra mempunyai keunikan tersendiri karena didalamnya mencakup ekspresi si penulis. Mengingat begitu kompleksnya makna dalam sastra, oleh sebab itu, pernan semantik sangat penting dalam kajian sastra terutama bila sudah berhadapan dengan kajian makna dalam gaya bahasa.

https://bengkelharga.com/heroes-wanted-apk/