Sejarah Lahirnya Pancasila

Sejarah Lahirnya Pancasila

Sejarah Lahirnya PancasilaSejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dalam pengertian historisnya adalah hasil dari pemikiran dan penggalian kembali oleh para pendiri negara (The Founding Fathers) untuk menemukan landasan atau pijakan yang kokoh untuk di atasnya didirikan negara Indonesia merdeka1. Sebagai suatu negara yang baru merdeka, Indonesia memerlukan ideologi atau landasan dalam bernegara yang jelas. Dikarenakan pada tahun-tahun setelah Indonesia merdeka timbul dua kubu besar yaitu, blok barat dengan paham liberal kapitalis dan blok timur dengan paham sosialis komunisnya.

Bangsa Indonesia telah berhasil merumuskan dan menentukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara yang disepakati sejak tanggal 18 Agustus 1945 2. Sebelum disepakati, pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei- 1 Juni 1945 ada beberapa usulan dasar negara dari para pendiri bangsa. Terdapat tiga pendiri bangsa dengan usulannya, yakni : Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Dan selanjutnya konsep-konsep itu di olah kembali oleh Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang, antara lain. Ir. Soekarno sebagai ketua dengan anggota-anggota Bung Hatta, Soetardjo Kartohadikusoemo, K.H. Wachid Hasyim, A.A Maramis 3.

Panitia Kecil

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Kecil lalu mengadakan pertemuan dengan badan penyidik. Dari pertemuan ini berhasil dibentuk kembali “Panitia Sembilan” yang terdiri dari Bung Karno, Bung Hatta, Moh Yamin, Ahmad Subarjo, A.A. Maramis, K.H Abdulkahar Muzakhir, K.H. Wachid Hasyim, Abikusno Tjokrosuyoso, dan H. Agus Salim.Pada akhirnya Panitia Sembilan mencapai kesesuaian dalam menetapkan rumusan pembukaan hokum dasar, yang dikenal dengan “Piagam Jakarta” .

Dalam susunan konsep pada Piagam Jakarta tersebut yang menyerupai pada sila Pancasila kini. Namun sebelum ditetapkan dan disahkan ada perubahan pada sila pertama dengan menghapuskan kata-kata “…, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pmeluknya” sehingga tinggal kata-kata “Ke-Tuhanan Yang Maha Esa” saja . Perubahan itu terjadi karena adanya reaksi dari Indonesia Timur, dimana disana agama Nasrani berkembang cukup luas, Indonesia memiliki berbagai keyakinan, tidak hanya Islam meskipun mayoritas. Mengingat pula agama Hindu dan Budha pernah tersebar luas dengan dibuktikan adanya kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945, seperti tersebut diatas bersidang dan mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia, yang meliputi Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan tentang pokok-pokok pikiran di dalamnya . Di dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum bunyi sila-sila Pancasila pada alinea ke IV, yakni : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam sejarah lahirnya pancasila tentu terdapat pula peran para generasi muda. Seperti tercantum pada latar belakang makalah. Generasi muda Indonesia telah memikirkan perlunya dasar negara yang harus dibudayakan, dihayati, dan diamalkan pada kehidupan yang nyata. Sehubung dengan kekhasan jiwa pemuda yang setiap langkah lakunya dilakukan dengan kenyataan ayng ada di sekitarnya, dan kemurnian serta keberanian dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan baru (H. Muzayin Ar, M.Ed, 1990 : 3)

Perjalanan panjang melahirkan kembali Pancasila oleh para pendiri bangsa tentu tidaklah mudah, banyak berbagai macam hambatan di dalamnya. Hambatan itu pula tidak terjadi saat proses dirumuskan hingga disahkannya Pancasila, namun hambatan itu selalu ada dalam setiap zaman dan memiliki hambatan yang berbeda-beda. Hambatan ini merupakan tugas dari segala lapisan masyarakat, utamanya generasi muda. Perlunya penhayatan dan pengamalan kembali nilai-nilai Pancasila pada generasi muda sangatlah perlu guna menghargai jasa para pendiri bangsa dan juga perlu guna menumbuhkan rasa nasionalisme dalam jiwa generasi muda kini.


Baca juga: