Rumusan Masalah

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, permasalahan yang akan dibahas di dalam penelitian ini, yaitu: apakah dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari tangible atau bukti langsung (X1), reliability atau kehandalan (X2), responsiveness atau daya tanggap (X3), assurance atau jaminan (X4) dan empathy (X5) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen (Y) di PT. Asuransi Jiwasraya ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dimensi kualitas pelayanan yakni tangible atau bukti langsung (X1), reliability atau kehandalan (X2),  responsiveness atau daya tanggap (X3), assurance atau jaminan (X4) dan empathy (X5) terhadap kepuasan konsumen (Y) di PT. Asuransi Jiwasraya.

  1. D.    Manfaat Penelitian

  2. Secara Praktis

            Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan literatur untuk menambah wacana baru bagi dunia akademis serta sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya

  1. Secara Teoritis

            Hasil   penelitian   ini   dapat  membantu  memberikan masukan dan pertimbangan mengenai kualitas pelayanan serta dapat memberikan gambaran bagi PT. Asuransi Jiwasraya dalam membuat rencana dan strategi yang baik dan terarah yang sesuai serta berhubungan dengan kualitas pelayanan maupun kepuasan konsumen.

  1. II.    LANDASAN TEORI, HIPOTESIS DAN MODEL PENELITIAN
  2. A.    Landasan Teori, Hipotesis

1. Pengertian Asuransi

Pengertian asuransi menurut undang-undang tentang usaha perasuransian UU Republik  Indonesia No. 2/1992 (Darmawi, 2006: 4) yaitu :

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih yang pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul akibat suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran  yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Produk asuransi merupakan produk yang tak berwujud yaitu berupa janji yang dituangkan dalam sebuah surat perjanjian (kontrak) asuransi yang biasa disebut polis. Jadi, asuransi pada dasarnya tergantung atas prinsip hukum dari kontrak. Kontrak asuransi adalah unik yaitu bersifat (Darmawi, 2006: 71-72):

  1. Future contract, disebut demikian karena faedah asuransi baru tampak di masa mendatang ketika terjadi pembayaran kerugian. Walaupun demikian ada faedah yang tidak tampak yang bisa dinikmati oleh pihak tertanggung yaitu sembuh dari kemasygulan, bebas dari kecemasan akan menderita kerugian dan sebagainya.
  2. Contingent contract, disebut demikian karena kebetulan. Kerugian belum pasti akan terjadi dan terjadinya hanya berdasarkan kebetulan. Moto asuransi menekankan pada sifat kebetulan itu. Contohnya, orang selalu membayar asuransi kecelakaan jalan raya, tetapi kebanyakan orang tidak pernah mengalami kecelakaan sepanjang hidupnya. Memang tidak pernah orang mengharapkan terjadinya kecelakaan.
  3. Service contrak, disebut demikian karena asuransi memberikan sejumlah jasa atau servis. Asuransi menjadi suatu produk yang unik karena pemegang polis memerlukan bantuan dalam memahami faedah yang bermacam-macam. Itulah sebabnya mengapa dalam memasarkan asuransi sering diperlukan personel service dari suatu agen perusahaan asuransi untuk menjelaskan isi kontrak. Selain itu selama masa kontrak perusahaan asuransi juga memberikan berbagai saran.
  4. Risk contract, risiko kerugian financial merupakan karakteristik terakhir yang membedakan asuransi dari produk jasa lainnya. Dasar dari kontrak asuransi adalah ketidakpastian (uncertainty) berkenaan dengan peril yang mungkin menyebabkan kerugian kebetulan. Asuransi memindahkan risiko dari kerugian itu kepada pihak perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko yang profesional.

 

https://airborn.co.id/dead-age-apk/