Reksadana merupakan

Reksadana merupakan

Reksadana merupakan

Reksadana merupakan
Reksadana merupakan

Reksadana merupakan alternatif investasi yang menarik bagi masyarakat pemodal, khususnya masyarakat pemodal yang memiliki keterbatasan waktu dan dana dalam mengelola investasi di pasar modal. Investasi melalui Reksadana tidak memerlukan dana yang relatif besar, umumnya investasi awal berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, sedangkan untuk investasi selanjutnya berkisar antara Rp 100-250 ribu.

Meskipun dana yang diinvestasikan melalui Reksadana relatif tidak terlalu besar, dana tersebut akan diinvestasikan secara tersebar atau didiversifikasi, karena dana-dana tersebut akan digabungkan dan dikelola secara kolektif oleh manajer investasi. Dengan demikian meskipun investor menginvestasikan dana dalam jumlah yang tidak terlalu besar, dana tersebut dapat diinvestasikan secara terdiversifikasi melalui pengelolaan secara kolektif. Melalui diversifikasi investasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko.

Seperti bentuk investasi lain, reksadana juga memiliki plus minus atau kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya terutama  terletak pada sisi perpajakan. Kupon bunga obligasi yang dimiliki oleh Reksadana bukan merupakan obyek Pajak Penghasilan (PPh), selain itu bagian laba termasuk pelunasan (redemption) unit penyertaan yang diterima oleh investor juga bukan merupakan obyek PPh.

Kelemahan dari investasi melalui Reksadana adalah ketergantungan kinerja Reksadana pada kemampuan dari manajer investasi. Investor tidak memiliki akses langsung pada portofolio reksadana. Kebijakan investasi sepenuhnya merupakan kewenangan dari manajer investasi. Pemegang unit Reksadana hanya dapat mengetahui kinerja manajer investasi yang mengelola Reksadana melalui pertumbuhan NAB harian dan laporan berkala Reksadana. Berdasarkan laporan berkala ini pemegang Reksadana dapat mengetahui dimana manajer investasi menanamkan investasinya, maupun kinerja investasi.

Sumber : https://rakyatlampung.co.id/faraway-4-apk/