Problema Spesifik yang Dihadapi oleh Administrator Pendidikan

Problema Spesifik yang Dihadapi oleh Administrator Pendidikan

            Terdapat lima masalah yang dihadapi oleh administrator pendidikan pada negara-negara di ASEAN yang berkaitan dengan kebijaksanaan pendidikan. Dari kelima masalah tersebut ada tiga masalah yang berkaitan dengan organisasi, manajemen, dan evaluasi. Dan dua diantaranya berkaitan dengan latihan dan pembinaan guru serta ketersediaan buku teks dan media pembelajaran.

            Yang pertama yaitu masalah yang berkaitan dengan organisasi pendidikan. Masalah organisasi pendidikan misalnya yaitu berkaitan dengan pada sekolah yang memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda. Ukuran kelas dan adanya teknologi serta penggunaan tingkatan kelas besar atau kecil perlu diperhatikan oleh administrator pendidikan. Administrator juga perlu memperhatikan daerahnya baik sesuai dengan faktor kondisional dan situasional untuk mendapatkan model sekolah yang cocok untuk dikembangkan di daerah tersebut. Seperti daerah yang memiliki tingkat migrasi tinggi maka akan lebih baik menggunakan sekolah permanen. Sementara itu daerah yang memiliki jarang penduduk, perlu diadakannya layanan-layanan transportasi bagi anak sekolah.

            Masalah yang kedua yaitu masalah manajerial. Masalah manajerial ini juga berkaitan dengan organisasi pendidikan. Bedanya manajerial yang diatas membahas tentang ukuran kelas, sedangkan organisasi pendidikan disini membahas tentang penggunaan teknik manajemen yang tepat oleh administrator. Dalam hal ini administrator mengurus mengenai berbagai macam perbedaan karena berukuran besarnya sekolah sehingga memiliki banyak warga mulai dari peserta didik sampai dengan staf, guru, dan tenaga kependidikan serta sarana prasarana yang ada di sekolah tersebut. Berkaitan dengan masalah manajerial ini, terdapat isu yang perlu diperhatikan oleh administrator pendidikan. Isu tersebut adalah jika sekolah menginginkan menanamkan nilai moral kepada peserta didik dengan keadaan sekolah yang memiliki keberagaman. Maka dalam penanamannya tidak semudah seperti seseorang yang mempersiapkan diri untuk menduduki suatu jabatan dalam pekerjaan. Oleh karena itu, pelatihan saja tidak cukup dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik seperti pelatihan yang dilakukan dalam pekerjaan.

            Evaluasi pendidikan merupakan masalah ketiga yang harus dihadapi oleh administrator pendidikan, evaluasi ini berkaitan dengan hasil capaian dalam rana afektif, kognitif, dan psikomotorik. Sebagai administrator harus mempunyai pilihan nilai terhadap perdebatan mengenai titik tekan pada rana tersebut. Selain itu masalah dalam evaluasi adalah penggunaan sistem evaluasi dalam penjaringan calon peserta didik baru yang sering kali mengalami kesulitan dalam pengelolaannya.

            Masalah selanjutnya yaitu masalah pelatihan dan pembinaan guru. Administrator memiliki peranan penting dalam kesuksesan atau kegagalan mencetak tenaga pendidik yang kompeten. Karena seorang administrator merupakan orang yang merancang sistem penyelenggaraan pendidikan terutama dalam hal merancang program pembinaan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman yang terus berubah dan bergerak maju.

            Dan yang ke lima yaitu masalah mengenai buku dan media pengajaran. Inovasi pendidikan baik sedikit atau banyak akan berkaitan dengan ketersediaan buku dan media pengajaran. Dengan semikian, secara keseluruhan masih bergantung dengan interaksi antar manusia yang ada di lembaga tersebut. Oleh karena itu, administrator haruslah dapat meningkatkan interaksi antar manusia ini agar dalam merancang sistem pengajaran tidak terabaikan.

baca juga :

American Monster vs Stickman Sniper Modern Combat v1.1.2 Apk