Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia

Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia

Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia

Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia
Potensi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman Indonesia
Potensi kekayaan sumber daya alam, sangat terikat dengan keadaan fisk alam yang memungkinkan terbentuknya beraneka ragam sumber daya alam. Iklim dan  kondisi bentuk muka bumi yang  beragam memberikan kemungkinan keragaman sumber daya alam yang ada di Indonesia.
Kekayaan sumber daya alam Indonesia pada kenyataannya tidak tersebar merata. Ada wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam, ada juga yang sebaliknya. Wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam biasanya menjadi tujuan para pendatang untuk menetap sehingga terjadi pemusatan penduduk.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang dari sabang sampai Merauke. Setiap wilayah di Indonesia memiliki kekayaan alamnya sendiri yang tidak dimiliki oleh wilayah lainnya. Dalam keadaan demikan, terjadi pertukaran sumber daya alam antar wilayah. Dalam kesempatan ini kamu akan mempelajari seberapa besar potensi sumber daya alam yang  dimiliki Indonesia dan penyebarannya.

1. Potensi Sumber Daya Udara

Udara tidak tampak mata, tidak berbau dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakan benda-benda, seperti dedauan dari pohon yang tertiup angin, air yang bergelombang, dll. Meskipun demikian, udara merupakan salah satu sumber daya alam, sama halnya air, tanah, bahan tambang, laut, dan hutan.
Udara memiliki banyak fungsi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernafas. Tumbuhan membutuhkan udara untuk melakukan fotosintesis, yakni proses pembentukan zat makanan karbohidrat oleh tumbuhan. Zat makanan yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan binatang.
Udara juga berfungsi melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi. Lapisan udara atau atmosfer yang menyelubungi bumi menyaring radiasi ultraviolet yang dapat mengganggu kehidupan bumi. Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi juga akan hancur di udara sebelum sampai ke bumi.
Udara terdiri atas tiga unsur utama, yakni udara kering, uap air, dan aerosol. Udara kering merupakan unsur utama pembentuk udara, terdiri atas nitrogen, oksigen, dll. Sebagian unsur penyusun udara kering adalah nitrogen, kemudian berikutnya oksigen dan sejumlah unsur lainnya yang persentasenya kecil. Meskipun volumenya kecil, tetapi unsur-unsur itu mempunyai fungsi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan.
Dalam udara terdapat pula uap air yang berasal dari hasil penguapan (evaporasi). Proses pemanasan oleh cahaya matahari mengakibatkan tubuh-tubuh air seperti sungai, danau, dan laut, sebagian akan berubah menjadi uap air yang mengisi udara di atasnya. Sebab itu, uap air tersebar tidak merata di permukaan bumi. Persebaran uap air bergantung pada intensitas atau tingkat penyinaran matahari dan keberadaan tubuh-tubuh air di suatu wilayah.
Selain udara kering dan uap air, dalam udara juga terdapat aerosol. Aerosol merupakan benda-benda berukuran kecil yang karena beratnya sangat ringan, ia mampu melayang-layang di udara. Aerosol dapat berupa partikel berbentuk garam, karbon, sulfat, nitrat, garam natrium, kalsium, kalium, silikat, partikel-partikel dari gunung berapi, dll.
Aerosol dengan mudah dapat kita lihat ketika ada cahaya matahari yang masuk lewat celah pada suatu bangunan. Benda-benda kecil yang melayang-layang akan terlihat jelas. Tanpa semua unsur penyusun udara, tentu kehidupan tidak berjalan seperti yang kamu lihat saat ini. Uap air dalam udara sangat bermanfaat untuk proses pembentukan hujan. Demikian juga aerosol, sangat bermanfaat untuk kondensasi dan pembentukan hujan. Ketika uap air berubah menjadi titik air, uap air perlu tempat untuk bertengger. Tempat itu adalah partikel-partikel yang melayang di udara atau aerosol. Tanpa aerosol, hujan akan sulit terjadi. Melihat begitu pentingnya udara bagi kehidupan, tidak heran jika udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam.
Ruang udara yang berada di suatu negara menyangkut kedaulatan negara. Hal ini karena ruang udara merupakan unsur pembentuk wilayah suatu negara selain daratan. Sebab itu, diperlukan pengaturan pemanfaatan ruang udara, misal; untuk kepentingan lalu lintas udara. Contoh, persewat militer tidak diperkenankan untuk melewati wilayah udara suatu negara tanpa izin negara yang dilewati.

2. Daya Tanah

Tanah merupakan lapisan kulit bumi yang tipis, terletak di bagian paling atas permukaan bumi. Tanah merupakan suatu gejala alam permukaan daratan yang membentuk suatu zone atau biasa disebut pedosfer, tersusun atas bahan lepas berupa pecahan dan lapukan batuan bercampur dengan bahan organik.
Tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi dan mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan bahan yang ada di bawahnya sebagai hasil kerja interaksi antara iklim, kegiatan organisme, bahan induk dan relief selama waktu tertentu.
Faktor pembentuk tanah yakni iklim, organisme, bahan induk, relief (topografi) dan waktu. Iklim, organisme dan waktu adalah faktor pembentuk tanah yang aktif, sedangkan bahan induk dan relief merupakan penyedia bahan dan tempat dalam proses pembentukan tanah.
Sumber daya tanah merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia karena diperlukan dalam setiap kegiatan manusia seperti untuk  pertanian, daerah industri, daerah pemukiman, jalan untuk transportasi, daerah rekreasi atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya untuk tujuan ilmiah.
Dalam rangka memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yang terus berkembang, serta untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pengolahan sumber daya lahan seringkali kurang bijaksana dan kurang mempertimbangkan aspek keberlanjutannya, sehingga kelestariannya semakin terancam. Akibatnya, sumber daya lahan yang berkualitas tinggi menjadi berkurang dan  manusia semakin bergantung pada sumber daya lahan yang bersifat marginal (kualitas lahan yang rendah). Hal ini berimplikasi pada semakin berkurangnya ketahanan pangan, tingkat dan intensitas pencemaran yang berat dan kerusakan lingkungan lainnya. Dengan demikian, secara keseluruhan aktivitas kehidupan cenderung menuju sistem pemanfaatan sumber daya alam dengan kapasitas daya dukung yang menurun.
Peran Sumber daya tanah bagi Manusia;
  • Sarana pengembangan usaha budidaya pertanian,
  • Sebagai bahan baku pembuatan bahan bangunan, seperti genting dan bata,
  • Sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan, seperti pembuatan gerabah, asbak, dan pot bunga.
Pengelolaan sumber daya tanah dipandang penting dan didasari oleh pertimbangan bahwa proses-proses pembangunan yang akan terjadi di Indonesia masih akan ditumpukan pada potensi sumber tanah. Oleh sebab itu, sumber daya tanah dengan segala komponen yang ada di dalamnya termasuk air, biota, dan lainnya harus dikelola secara baik. (https://bandarlampungkota.go.id/blog/tabel-sistem-periodik-unsur-kimia-dan-gambar-hd/)

3. Potensi Sumber Daya Air

Air merupakan pendukung utama dalam kehidupan. Sumber daya ini perannya sangat penting dan tidak tergantikan. Berbagai kebutuhan makhluk hidup bergantung pada ketersediaan air. Tidak hanya untuk keperluan minum atau rumah tangga, tetapi juga berperan dalam aspek kehidupan lainnya, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, perumahan, industri, dll.
Walaupun digunakan setiap hari, cadangan air tidak pernah habis. Inilah salah satu bentuk kekuasaan dan kasih sayang Tuhan kepada makhluk hidup. Tuhan telah menciptakan sistem yang memungkinkan air selalu tersedia, yakni siklus air atau siklus hidrologi. Siklus air meliputi gerakan air dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut. Dengan kata lain, siklus air merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari satu tempat ke tempat lain hingga kembali ke tempat asalnya.
Sinar matahari menyebabkan air yang ada di permukaan bumi dan laut mengalami penguapan. Dalam proses penguapan itu, air berubah wujud menjadi uap air. Selanjutnya, uap air ini naik menjauhi permukaan bumi dan mengalami proses kondensasi menjadi titik-titik air. Lama kelamaan, titik air ini semakin besar, dan udara tidak mampu lagi menahan bebannya. Kemudian, jatuh ke bumi sebagai hujan. Hujan dapat terjadi dimana saja. Tetapi, akhirnya akan kembali lagi ke laut mengikuti aliran sungai. Sebagian meresap ke dalam pori-pori batuan dan tersimpan menjadi air tanah. Proses demikian akan berlangsung secara berulang-ulang.