Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia

Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia

Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia

Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia
Potensi Sumber Daya Air Di Indonesia
Potensi sumber daya air di Indonesia dikelompokkan tersedia dalam beberapa bentuk, sebagai berikut;

a. Air Tanah

Air tanah adalah bagian dari air yang berada di bawah permukaan tanah yang mengisi secara penuh ruang antar butir tanah atau pada lapisan jenuh (saturated zone). Air itu tentunya berasal dari hasil resapan air dari permukaan tanah (infiltrasi). Hasil resapan itu mengisi pori-pori atau rongga antar partikel tanah. Jika infiltrasi itu terus berlangsung, maka air yang berada di antara partikel tanah itu bergerak terus ke bawah karena beratnya (gaya gravitasi) mengisi lapisan tanah paling bawah dan akhirnya terbentuklah air tanah (groundwater)
Pada lapisan jenuh tadi, rongga di antara partikel tanah terisi penuh oleh air. Zone yang jenuh atau terisi penuh dengan air disebut lapisan aquifer. Kondisi air tanah pada lapisan aquifer ada yang dalam keadaan tertutup oleh lapisan impermeabel (air tanah terkekang atau confined water) dan ada pula yang tidak tertutup lapisan impermeabel (air tanah bebas atau free water). Pada titik tertentu, air tanah yang tertekan dapat muncul ke permukaan sebagai air artesis.
Berdasarkan kedalamannya, air tanah dapat dibedakan menjadi airt tanah dangkal dan air tanah dalam. Air tanah dangkal adalah air tanah yang berada pada pori-pori lapisan tanah teratas. Pori-pori pada lapisan tanah ini akan terisi pada saat musim hujan. Air itu akan turun dan mengisi air tanah dalam, karena adanya gaya gravitasi. Air tanah dalam dapat ditemukan pada zone tak jenuh dan zone jenuh. Zone jenuh ditandai oleh adanya air di antara pori-pori halus yang tertahan agak lama pada lapisan tanah yang agak padat. Pada zone jenuh, pori-pori tanah terisi penuh oleh air dan air tanah tertahan lebih lama lagi.
Air pada zone jenuh sampai pada lapisan batuan induk. Air tanah tidak tetap, bergerak dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Karena itu, di daerah lembah atau daerah yang lebih rendah, potensi air tanahnya relatif lebih tinggi dibandingkan di daerah puncak bukit atau gunung. Air hujan yang masuk ke dalam tanah akan bergerak ke wilayah yang lebih rendah.
Daerah yang memiliki curah hujan yang besar akan memiliki potensi air tanah yang besar pula. Namun, jumlahnya akan bervariasi antar berbagai tempat, walaupun dengan kondisi curah hujan yang sama. Daerah-daerah itu adalah;
  • Lereng kali di sekitar gunung berapi, material penyusunnya yang lepas hasil letusan gunung api itu merupakan akuifer yang mampu menampung air hasil infiltrasi dalam jumlah yang banyak.
  • Dataran banjir, yang letaknya di sekitar sungai dengan material yang terdiri atas batuan aluvial.
  • Lembah isian, yakni bekas lembah yang terisi material lepas, misal; pasir dari lahar gunung api yang menutupi lemah yang luas. Lembah itu kemudian terisi air tanah dari aliran permukaan maupun bawah permukaan yang berasal dari sekitarnya yang lebih tinggi.
  • Lembah antar pegunungan, yang menerima aliran air dari pegunungan disekitarnya.
Air tanah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penduduk. Biasanya, air tanah dimanfaatkan untuk keperluan minum, mandi dan mencuci. Namun seiring dengan semakin banyaknya industri, air tanah juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis industri. Akibatnya, volume air tanah semakin berkurang dan kedalaman air tanah semakin besar. Apalagi banyak industri yang memanfaatkan air tanah sampai jauh di bawah permukaan tanah. Pemanfaatanair tanah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri di daerah perkotaan dekat pantai dapat mengakibatkan terjadi intrusi air laut sehingga tanah menjadi asin. Selain itu, pemanfaatan yang berlebihan juga akan dapat menurunkan permukaan tanah.

b. Air Hujan

Indonesia memiliki iklim tropis sehingga memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Rata-rata curah  hujan di Indonesia lebih dari 2.000 mm pertahun. Intensitas hujan sangat tinggi ini dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Hujan dapat menjadikan tanah lebih subur. Intensitas hujan yang tinggi Indonesia dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengarap lahan pertanian.
Apabila hujan tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan dampak yang luar biasa dan sangat membahayakan keberadaan manusia di bumi. Dampak negatif yang biasa ditimbulkan adalah terjadinya banjir. Selain karena faktor alam, banjir juga dapat terjadi karena faktor manusia seperti perilaku membuang sampah di sungai yang membuat aliran menjadi tidak lancar.

c. Air Sungai

sungai diibaratkan sebagai urat nadi dalam tubuh manusia, sementara air yang mengalir dalam urat nadi itu adalah seumpama darah. Tanpa urat nadi, darah tidak mungkin mengirimkan berbagai zat makanan yang dibutuhkan oleh semua bagian tubuh manusia. selain manusia, makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan juga membutuhkan sungai untuk kehidupannya.
Secara umum, aliran sungai dimanfaatkan masyarakat untuk beberapa keperluan antara lain mandi, saluran irigasi pertanian, sumber air minum, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) budi daya perikanan darat, sarana pariwisata, serta sarana transportasi. Di lihat dari manfaat sungai itu, sungai berperan penting mendorong tingkat peradaban suatu bangsa.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan guna menjaga dan menciptakan sungai yang sehat;
  • Tidak membuang zat antiseptic dan pembasmi bakteri di sungai
  • Tidak membuang sampah di sungai
  • Tidak memakai obat kimia saat mencari ikan
  • Mengeruk endapan sungai secara berkala.

d. Air Danau

Danau merupakan cekungan pada permukaan bumi yang digenangi air. Biasanya danau dapat dipakai sebagai sarana rekreasi dan olahraga. Danau merupakan cekungan besar di permukaan bumi yang digenangi oleh air bisa tawar ataupun asin yang seluruh cekungan itu dikelilingi oleh daratan.
Baca Artikel Lainnya: