Perubahan

Table of Contents

Perubahan

Yang kekal adalah perubahan, demikan ungkapan yang populer sering dilontarkan orang. Demikian pula tentang tradisi megibung, sesuai dengan perubahan jaman sekarang ini, tradisi magibung khususnya di Karangasem tidak lagi terdiri dari 8 orang setiap sela namun terdiri dari 6 orang agar lebih leluasa duduknya. Air minum tidak lagi memakai kendi (caratan) melainkan diganti dengan air mineral dalam kemasan berbentuk gelas.
Lain lagi di Lombok Barat, sekarang tradisi megibung masih tetap dipeliraha dan dilaksanakan, namun ada beberapa perubahan disesuaikan dengan perubahan jaman sekarang ini. Karena acara megibung ini dalama satu periode memakan waktu sampai kurang lebih satu jam, maka lauk pauk (karangan) tidak lagi disuguhkan berurutan sesuai komando, melainkan telah disiapkan selengkapnya di masing-masing sela sepert acara megibung di Bali, namun protokol atau pengenter acara tetap diadakan saat acara megibung.

Kesimpulan

Megibung adalah tradisi turun-temurun yang dilaksanakan oleh warga Kampung Islam Kepaon di hari 10, 20, dan 30 hari puasa. Tradisi Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem, yang daerah terletak di ujung timur Pulau Dewata, [Bali]],Indonesia. Megibung berasal dari kata gibung yang diberi awalan me-.Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, yakni saling berbagi antara satu orang dengan yang lainnya. Megibung adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk duduk makan bersama dan saling berdiskusi dan berbagi pendapat.
Megibung biasanya digelar apabila seseorang melaksanakan satu upacara seperti Dewa Yadnya (korban suci kehadirat Tuhan Yang Maha Esa), Manusa Yadnya (korban suci kepada sesama manusia), Pitra yadnya (korban suci untuk orang yang telah meninggal/leluhur), Buta Yadnya (korban suci bagi butha kalatermasuk satwa) dan Rsi Yadnya (korban suci bagi para penghulu agama). Tetapi sekarang ini megibung digelar bukan hanya sebatas hanya pada uopacara tersebut di atyas namun juga dalam acara selamatan, acara tutup tahun dan menyambut tahun baru, rapat-rapat yang diikuti lebih dari 100 orang, pelantikan Kepala Desa, RAT KUD dll. Di Bali tradisi megibung samapi sekarang masih dianut oleh masyarakat di Kabupaten Karangasem dan Klungkung, sedangkan di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, megibung bukan saja digelar oleh masyarakat suku Bali saja melainkan juga digelar oleh masyarakat suku Sasak sampai sekarang, bahkan dalam pelaksanaannya demikian memiliki kelebihamn dibandingkan dengan di Bali, dimana kalau di Lombar ada skenarionya serta ada bertindak selaku pengacara atau pengantar acra (pengenter) dari awal pelaksanaan sampai selesai. Hal ini menunjukkan kedisiplinan yang tinggi. Mari kita telusuri bagaimana skenario urut-urutan acara megibung tersebut di bali maupun di Lombok Barat.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/