Peran Dalam Pengelolaan Bendungan

Peran Dalam Pengelolaan Bendungan

Peran Dalam Pengelolaan Bendungan

Peran Dalam Pengelolaan Bendungan
Peran Dalam Pengelolaan Bendungan

Pengelolaan Bendungan dan Pengelolaan DAS

Suatu lembaga atau komunitas masyarakat yang terbentuk harus bermanfaat atau menguntungkan bagi masyarakat. Banyak pelaksanaan proyek pemberdayaan masyarakat yang tidak berhasil. Tri Pranadji (2005) menyatakan bahwa secara konsepsional penyebab kurang berhasilnya upaya pemberdayaan masyarakat untuk perbaikan pengelolaan sumberdaya lahan dan air, yaitu: pertama, umumnya masih terlalu berorientasi pada pencapaian target fisik jangka pendek dan bersifat sentralistik. Kedua, upaya dan kegiatan tampak sebagai respon sesaat; dan ketiga, terlalu menekankan pada pemberian budaya fisik dan material daripada penguatan budaya non-material atau mental kelembagaan masyarakat secara keseluruhan, masih bersifat parsial  belum komprehensif dan holistik.

Kebanyakan lembaga P3A yang terbentuk, sebagian besar tidak aktif setelah kegiatan atau proyek pemberdayaannya selesai. Tidak atau belum terciptanya kemandirian masyarakat  serta belum terlaksanannya peningkatan taraf hidup masyakat adalah penyebab utamanya. Perbaikan kesejahteraan masyarakat adakah kata kunci utama sebagai motivasi para petani untuk bergabung dalam suatu komunitas. Maka pembentukan kelompok masyarakat atau upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan bendungan tidak terlepas dari kondisi ini. Masyarakat harus yakin akan memperoleh manfaat dan keuntungan, jika ikut serta dalam pengelolaan bendungan.

Terbentuknya komunitas masyarakat yang berkelanjutan harus didukung oleh analisis yang akurat tentang aspek ekonomi. Seberapa jauh dan besar manfaat yang akan didapat dalam ikut serta mengelola bendungan. Seperti diketahui daerah di sekitar bendungan yang dapat digarap dan dimanfaatkan masyarakat antara lain untuk: a) perikanan; b) budidaya pertanian pada sabuk hijau; dan c) rekreasi dan wisata air. Namun demikian tergantung pada tahap awal pemberdayaan masyarakat, yakni hasil kajian tentang permasalahan dan potensi sumberdaya yang terdapat di sekitar lokasi. Dari sini akan diketahui lebih jauh prospek pertumbuhan ekonomi secara optimal bagi komunitas masyarakat setempat.

Jika prospek manfaat sekitar bendungan terbatas, karena potensi sumberdaya hanya pada cakupan areal yang sempit, maka dapat diperluas komunitas menjadi satu daerah tangkapan atau daerah aliran sungai (DAS). Sehingga sasaran pemberdayaan meluas yang semula hanya pengelolaan bendungan menjadi pengelolaan suatu DAS. Keuntungan dari segi pengelolaan DAS termasuk waduk yang ada, sangat mendesak mengingat makin kritisnya kondisi DAS-DAS di pulau Jawa. Sudah terbukti bahwa proses sedimentasi pada waduk-waduk relatif baru, seperti Wonogiri (Gajahmungkur), Kedungombo, Sudirman, dan sebagainya, berlangsung lebih cepat. Karena itu sebenarnya pengelolaan bendungan atau waduk saja, akan kurang berhasil tanpa disertai pengelolaan DAS. Dari aspek pengelolaan DAS manfaat partisipasi masyarakat antara lain:

  1. Mengurangi erosi pada DAS;
  2. Mengembalikan dan meningkatkan produktivitas lahan;
  3. Menekan laju pertambahan lahan kritis
  4. Meningkatkan daya serap DAS;
  5. Mengurangi debit banjir;
  6. Memperpanjang proses pendangkalan waduk.

Sumber : https://synthesisters.com/battle-sea-3d-apk/