Penanganan Konflik Antar Kelompok dalam Organisasi

Penanganan Konflik Antar Kelompok dalam Organisasi

Dalam organisasi terdiri dari kelompok-kelompok atau unit kerja, yang masing-masing berusaha untuk memperoleh dan mencapai kepuasan tertentu dalam mencapai tugas dan tujuan organisasi, hal tersebut sering terjadi konflik yang sering disebut konflik antar kelompoki  (intergroup conflict)  sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, hal ini sering terjadi karena iklim atau atmosfer sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerjanya. Dan menurut Donnely, Gihson dan Ivancevich dalam konflik intergroup atau antar kelompok ditentukan oleh:

? keterbatasan sumber daya

? masalah komunikasi

? perbedaan kepentingan dan tujuan

? perbedaan persepsi dan sikap

? ketidakjelasan (lack clarity)

Dalam implementasinya terdapat tiga jenis konflik yang timbul dalam organisasi, yaitu:

? prosedural conflict

? subtantive conflict

? affective conflict

Procedural conflict terjadi apabila hubungan mitra kerja tidak saling setuju tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam upaya mencapai beberapa tujuan organisasi

Subtantive conflict terjadi akibat hubungan mitra kerja dalam organisasi tidak setuju tentang tujuan-tujuan yang ingin dicapai

Affective conflict  terjadi bila penyerangan kepada mitranya. Dan sangat dipercaya bahwa affective conflict biasanya dihasilkan dari ketidaksanggupan individual secara adil mengatasi ketegangan yang berlebihan. Bila diimplementasikan ke dalam organisasi lembaga pendidikan, maka sumber masalah konflik antar kelompok tersebut harus ditangani secara efektif dalam melihat keterbatasan sumber daya, struktur organisasi, perbedaan persepsi, perbedaan  tugas dan  tanggung jawab dan kemungkinan kesalahpahaman akibat komunikasi atau informasi yang tidak jelas dengan mengukur intensitas sikap dan taruhan berdasarkan model Blake, Shepard dan Moulton.

Menurut Donnelly, Gibson dan Ivancevich, dalam penanganan konflik antar kelompok  (intergroup conflict handling]  perlu mengevaluasi tentang:

! strategi manajemen

! pendekatan langsung

! persuasi

! tawar menawar

! pemecahan masalah.

Kelima unsur tersebut penting dan perlu dievaluasi dalam  kebijakan manajemen lembaga pendidikan. Dalam pelaksanaan evaluasi tersebut sangat diperlukan kemampuan para pengelola lembaga dalam menagani setiap terjadinya konflik antar kelompok dari setiap unit kerja tidak sampai merusak kinerja organisasi lembaga pendidikan secara keseluruhan.

RECENT POSTS