Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2018 Diumumkan

Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2018 Diumumkan

Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2018 Diumumkan

Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2018 Diumumkan
Pemenang Hadiah Sastra Rancage 2018 Diumumkan

BANDUNG-Hadiah sastera Rancagé 2018 diumumkan di Perpustakaan Ajip Rosidi

yang berada di Jalan Garut Kota Bandung, Rabu, yang bertepatan dengan acara Milangkala atau Hari Ulang Tahun Ajip Rosidi yang ke 80 tahun.

Hadiah Sastra Rancage sendiri mulai diberikan pada tahun 1989, saat itu tidak banyak pengarang yang menggunakan bahasa ibu dalam karyanya dan Bahasa Jawa dan Sunda lah yang ada pada saat itu, dua tahun kemudian mulai ada pengarang yang menggunakan bahasa ibunya lagi, yaitu Bali.

Untuk tahun 2018 ini, setidaknya ada enam bahasa yang masuk dalam pemilihan pemenang hadiah Rancagé, yaitu Sunda, Jawa, Bali, Lampung, Batak, dan Banjarmasin.

Tahun 2017 tercatat terbit 28 judul buku sastera Sunda, pada tahun sebelumnya ada 40 j

udul buku yang terbit. 28 buku yang beredar ini sebagiannya adalah karya Ajip Rosidi, sehingga terdapat 15 buku yang dimasukan ke dalam penilaian. 15 buku yang dinilai ini dipilih lagi sehingga tinggal dua judul buku yang masuk dalam nominasi, yaitu Hiji Tanggal nu Dipasinikeun karya Wahyu Wibisana dan Miang karya Nazarudin Azhar. Dari dua nominasi itu akhirnya dipilih satu karya yang memenangkan hadiah sastera Rancagé 2018, Miang karya Nazarudin Azhar yang diterbitkan oleh Langgam Pustaka adalah pemenang dari hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Sunda 22 judul buku yang terbit di tahun 2017, dari22 buku yang terbit hanya 21 buku yang dinilai karena satu buku yang tidak dinilai itu adalah cerita anak-anak.

Pemenang hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Jawa, yaitu Kakang Kawah Adi Ari-ari karya Suharmono K yang diterbitkan oleh Satu Kata Book Art Publisher.

Dari 10 judul yang terbit di tahun 2016, di tahun 2017 menurun hanya ada enam judul buku. Meski menurunnya judul buku yang terbit, kehidupan sastera di Bali masih bisa dikatakan dinamis.

Tahun 2017 telah berlangsung tujuh kali acara sastera dalam bentuk diskusi dan bedah buku

sastera Bali moderan. Pemenang dari hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Bali, yaitu Bulan Sisi Kauh karya Nirguna yang diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi.

Untuk hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Lampung diberikan kepada Harya Ramdhoni dengan judul Semilau, Sang Rumpun Sajak yang diterbitkan oleh Pustaka LaBRAK.

Untuk Bahasa Batak sendiri, terdapat lima judul yang terbit di tahun 2017, yaitu dua novel, dua kumpulan cerpen, dan satu kumpulan sajak dan dari semua judul ini, semua menggunakan Bahasa Batak Toba, tidak ada yang menggunakan Bahasa Batak lainnya.

Untuk pemenang hadiah sastera Rancagé 2018 untuk Bahasa Batak adalah Bangso nu Jugul Do Hami karya Panusunan Simanjuntak yang diterbitkan oleh Salasar Pena Talenta.

Hanya terdapat dua judul buku yang memenuhi syarat dari Yayasan Rancagé dalam Bahasa Banjarmasin dan salah satu syaratnya untuk dapat dinilai yaitu, berdiri sendiri bukan kumpulan dari beberapa pengarang.

Selain hadiah sastera Rancagé 2018, ada juga hadiah ‘Samsudi’. Hadiah ini diberikan untuk buku bacaan anak-anak yang terbit dalam Bahasa Sunda, ada empat judul buku di tahun 2017.

Pemenang untuk hadiah Samsudi 2018 ini adalah Ulin ka Monumen karya Tetti Hodjah yang diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama. Pemenang mendapatkan hadiah berupa piagam dan juga uang sebesar Rp5.000.000,- yang sama dengan para pemenang hadiah sastera Rancagé 2018. (Pun)

 

Baca Juga :