Mutu Pendidikan Perspektif Islam

Mutu Pendidikan Perspektif Islam

Mutu dalam islam bisa diklaim sebagai bentuk kesesuaian antara fakta “yang seharusnya “ dengan keadaan riil” sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau direncanakan. Artinya, mutu dapat dipandang suatu ukuran baik buruk suatu benda atau perilaku, keadaan, taraf atau derajad (kepandaian, kecerdasan, kecantikan dan sebagainya). Kesesuaian inilah yang dalam formulasi manajemen mutu pendidikan menjadi orientasi pertama dan utama untuk melihat relevansi hasil (output) lembaga pendidikan dengan harapan pelanggan (stakeholders) dan perubahan zaman yang terus bergulir. Pola “kesesuaian“ dalam islam dikatakan amal sholeh, dimana hal ini diasumsikan dengan sebagai bentuk keserasian antara perilku, keadaan riil dengan doktrin islam yang terkodifikasi dalam Al-Qur’an dan hadist yang seharusnya. Seperti firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 18 yang menjelaskan bahwa Allah memuji orang-orang yang beriman kepada-Nya, kepada para utusan-Nya, membenarkan dan mengamalkan ajaran para urusan dengan menyebutkan hadiah surga bagi mereka. Sedangkan menjaga mutu merupakan salah satu perilaku terbaik yang mendapatkan perhatian khusus dari Allah sebagai nilai dan norma yang disebut amal shaleh. Dalam kontek mutu pendidikan islam membentuk output pendidikan tidak hanya semata-mata mampu memiliki keterampilan dibidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, tapi juga memiliki keimanan yang tinggi, merupakan keharusan yang wajib dilaksanan oleh pengelola lembaga pendidikan, karena Allah telah memperlakukan baik terhadap mereka dengan memberi anugerah sebagai pengelola pendidikan.

Allah juga berfirman dalam QS. Al-Sajadah:7 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan sebaik-baiknya segala makhluk ciptaan-Nya dan proses ciptaan manusia pertama dari tanah. Dalam konteks pengembangan mutu pendidikan islam seharusnya semua proses pendidikan mulai dari pererncanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehinbgga dapat melahirkan keunggulan akademik dan ekstrakurikuler pada peserta didik yang dinyatakan lulus untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan program pembelajaran tertentu dan ungul dalam prestasi non akademik seperti mempunyai sisi akidah yang kuat, mempunyai kesopanan yang tinggi dan lain sebagainya.

Dari deskripsi tersebut nilai-nilai mutu perspektif islam dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Salah satu amal shaleh.
  2. Merupakan bentuk pertanggung jawaban terhadap Allah dan makhluk-Nya.
  3. Suatu yang tidak cacat dan tidak merugikan pihak lain.
  4. Dikelola secara profesional dengan melibatkan semua yang terkait didalamnya.

Dari uraian deskripsi tentang asumsi-asumsi yang medasari tersebut, konsep mutu pendidikan perspektif islam adalah suatu proses penyelenggaraan pendidikan untuk melahirkan keunggulan akademik dan non akademik bagi peserta didik, sehingga menjadi pribadi yang sempurna, dan dapat memposisikan dirinya sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan sebagai hamba Allah

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/apple-kini-mungkinkan-pengguna-berdonasi-lewat-itunes/