Muntah

Table of Contents

Muntah

Ada sebagian ulama yang memasukan muntah sebagai barang najis. Sebagaimana hadis berikut:

يا عمار إنما يغسل الثوب من خمس من الغائط والبول والقيء والدم والمني

Wahai Ammar, sesungguhnya pakaian itu dicuci oleh sebab salah satu dari 5 hal : kotoran, air kencing, muntah, darah dan mani.

Namun dalam hadis ini terdapat dua orang perawi, Ibrahim Ibn Zakariya dan Thâbit Ibn Humâdi yang dinilai kalangan hadis sangat dhaif. Dari keterangan ini berarti muntah tidak dapat dikatakan najis, meskipun termasuk kotoran.

Cara Mensucikan Najis

Najis pada umumnya dibersihkan dengan menggunakan air yang dapat untuk bersuci, kecuali beberapa hal . Adapun penjelasan tentang cara membersihkannya menurut keadaan najis dan benda yang terkena najis adalah sebagai berikut:

  1. Apabila najis tersebut dapat dilihat seperti kotoran, darah, dsb, dan najis itu mengenai tempat , badan, atau pakaian, maka membersihkannya dengan digosok bersamaan dengan air, kemudian disiram dengan air sekali atau beberapa kali sehingga zat najis itu hilang warnanya, baunya, dan rasanya. Jika, setelah cukup dicuci, masih juga ada sedidkit warna dan bau yang sukar dihilangkan, hal itu dimaafkan.
  2. Apabila najis itu tak dapat dilihat, seperti air kencing yang sudah lama sehingga telah hilang tanda-tandanya atau sifat-sifatnya, maka cara membersihkannya cukup disiranm air sekali atau beberapa kali.
  3. Apabila barang yang terkena najis adalah barang cair, yakni selain air, maka dibuanglah atau tidak dapt digunakan barang tersebut sama sekali. Namun, jika yang terkena najis adalah barang yang kental, maka dibuanglah sebagian dari yang terkena najis itu.
  4. Membersihkan tanah yang terkena najis adalah dengan menuangkan air di atas tanah yang terkena najis tersebut. Apabila najis yang mengenai tanah itu cair, tanah menjadi suci jika cairan itu telah mongering. Tetapi jika najis itu berupa zat beku, maka tidak akan suci kembali kecuali zat najis itu dihilangkan.
  5. Peralatan yang permukaannya licin seperti cermin, pedang, dsb, apabila terkena najis cukup dibersihkan dengan cara digosok aatau mengusapnya sehingga hilang bekas-bekas najis itu.
  6. Sepatu dan sandal yang terkena najis cukup dibersihkan dengan cara menggosokkannya ke tanah sehingga hilang najis yang menempel pada sepatu dan sandal tersebut.

Membersihkan kulit binatang. Binatang yang dagingnya halal dimakan, mengandung ketentuan hukum tentang kesucian kulit tersebut dapat digunakan oleh manusia. Cara lain untuk menyucikan kulit hewan yang haram dimakan adalah dengan menyamak.

Sumber: https://scorpionchildofficial.com/tower-defense-invasion-apk/