Metode pengambilan sampel

  1. Metode pengambilan sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2004: 56). Penelitian sampel baru boleh dilaksanakan apabila keadaan subyek di dalam populasi benar-benar homogen. Apabila subyek populasi tidak homogen, maka kesimpulan tidak boleh diberlakukan bagi seluruh populasi.

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2008). Dalam penelitian ini pengambilan sample  menggunakan teknik convenience sampling, yaitu mengacu pada pengumpulan informasi dari para anggota populasi yang tersedia dengan mudah atau mudah ditemui. Prepersentasi sampel tergantung pada:

1)       Tingkat keyakinan yang  diinginkan

2)       Jumlah kesalahan (error) yang ditoleransi

3)       Jumlah penyebaran (dispersion) dalam populasi yang diperkirakan secara umum (Polumbo, 1997: 279). Berdasarkan pertimbangan (judgement) tersebut dengan tingkat kesalahan (Standar error) 5 % dianggap masih dalam batas toleransi dengan mengacu pada formula Slovia (Kusmayadi & Sugiarto, 2000: 747). Penulis menetapkan ukuran sampel sebagai berikut:

Dimana:

n  = Ukuran sampel

N = Ukuran populasi

e  = Tingkat kesalahan (5%)

D.  Definisi Operasional

     Dalam penelitian ini, definisi operasional yang digunakan adalah:

1. Kualitas pelayanan (X)

Kualitas pelayanan merupakan tingkat keunggulan yang diharapkan  dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi harapan pelanggan (Wyckof dalam Usmara, 2003: 231). Zeithaml, Berry dan Parasuraman (1990) menyebutkan lima dimensi dalam menentukan kualitas jasa yaitu:

https://airborn.co.id/dead-age-apk/