Memikirkan Sekolah sebagai Cultural Institutions

Memikirkan Sekolah sebagai Cultural Institutions

Memikirkan Sekolah sebagai Cultural Institutions

Memikirkan Sekolah sebagai Cultural Institutions
Memikirkan Sekolah sebagai Cultural Institutions

Pendidikan adalah kebutuhan dasar manusia, without education life is nothing.

Pendidikan melibatkan proses-proses pembuktian, pencarian, eksperimentasi, observasi menuju aktualisasi diri. Pendidikan terjadi dalam ruang-ruang akademik (sekolah, kampus). Melekat persepsi bahwa sekolah adalah tempat pencarian kebenaran yang rasional. Melalui pendidikan, terjadi proses pembentukan kemampuan kognitif (kecerdasan) dan karakter (psikologis).

Pendidikan adalah institusi formal, memiliki otoritas dalam mendukung kegiatan sains

pengetahuan (transfer of knowledge). Penting untuk dipikirkan bahwa pendidikan tidak selamanya berada dalam ruang-ruang konvensional namun terlibat dalam perubahan. Hal ini menuntut paradigma pembelajaran bahwa selain sebagai science institutions, peran lain yang juga penting adalah menjadikan pendidikan sebagai cultural institutions. Tidak hanya pengetahuan murni yang dimapankan tapi melibatkan nilai-nilai sosial di masyarakat (budaya). Sekolah sebagai institusi yang diharapkan mampu mensosialisasikan perspektif budaya, menjadi tempat “intim” dalam membangkitkan kesadaran kultural, dari mana manusia berasal. Tanpa budaya, sekolah hanya sebatas memproduksi manusia-manusia gagal.

Pendidikan berbasis Budaya, Budaya berbasis Pendidikan

Pendidikan adalah panggung pencarian, seseorang diperkenalkan dengan framming

pencarian identitas terhadap makna self (kedirian). Eksistensi pendidikan adalah mengkonstruksi pemahaman manusia. Pendidikan juga harus menjadi lembaga yang berperan penting dalam membahasakan kultur secara formal dan luas ke masyarakat. Budaya sangat berarti dalam pendidikan karena pendidikan menciptakan generasi-generasi masa depan. Untuk itu, pendidikan harus memberi sugesti bahwa budaya adalah sesuatu yang penting dan wajib diketahui. Hal yang dikhawatirkan (seperti dewasa ini) adalah pendidikan belum secara total meningkatkan kualitas peran dan fungsinya, sehingga kegelisahan yang muncul adalah sekolah sebagai tempat perjumpaan tanpa nilai.

Konsep pendidikan berbasis budaya, dan budaya berbasis pendidikan adalah bagian dari model pencerahan, upaya membangkitkan kesadaran (consciousness raising) akan identitas dan kedirian (self) peserta didik. Pendidikan berbasis budaya artinya memproduksi agen-agen perubahan dengan karakter yang kuat sehingga kaitan budaya demikian penting karena dari budaya kita belajar memahami moral.

ika sekolah gagal mengambil peran sebagai institusi dalam mengkampanyekan spirit kebudayaan, maka jejak-jejak ingatan hanya jadi moralitas yang sunyi, esensi person (kemanusiaan) berada di persimpangan. Orisinalitas diri tidak lagi ada. Kemudian kita perlu berpikir kritis dan kembali pada peran pendidikan sebagai jalan merawat rasionalitas budaya.

 

Baca Juga :