Macam-Macam Sikap Terhadap Orang Yang Sudah Meninggal

Macam-Macam Sikap Terhadap Orang Yang Sudah Meninggal

Pemujaan dan penghormatan terhadap para leluhur adalah manisfestasi dari macam-macam sikap terhadap orang yang telah meninggal di kalangan suku bangsa primitif. Mereka percaya bahwa roh orang yang sudah meninggal tidak hanya menempati makhluk hidup tetapi juga menempati benda-benda mati, sehingga roh itu bisa terdapat dalam bebatuan, pohon-pohon, benda pusaka, dan lainnya. Karena adanya kepercayaan pada roh, timbullah pemujaan terhadap benda atau tempat yang dipercaya dihuni oleh roh leluhur.

Dengan harapan agar roh yang dipuja membalas dengan kebaikan atau tidak mengganggu mereka yang mengadakan sesembahan, adakalanya mereka memuja roh tersebut dengan upacara yang menggunakan hewan-hewan yang dianggap mengandung mana.

Menurut kepercayaan tradisional Jawa, kerbau dhungkul jantan, kambing kendhit jantan, adalah hewan-hewan utama yang mempunyai mana. Hewan tersebut biasa digunakan untuk upacara labuhan ke Gunung Merapi, ataupun ke Gunung Merbabu, ataupun ke Laut Kidul. Mereka percaya bahwa ini semua mengandung hikmah dan kekuatan ghaib untuk menghilangkan penyakit dan mencegah bencana alam.[24]

Pada masyarakat primitif seperti masyarakat Jawa pada zaman dulu, dapat dijumpai beberapa macam sikap terhadap orang yang sudah meninggal, yaitu:[25]

  • Orang mati diyakini sangat membahayakan karena mati dapat menular. Sehingga, apabila manusia yang masih hidup ini tidak memperdulikan, tidak memperhatikan dan tidak merawat serta tidak melayaninya dengan baik-baik orang yang sudah meninggal, maka roh-rohnya akan membawa manusia yang masih hidup kepada penderitaan sakit yang dapat menyebabkan kematian. Terlebih lagi bilamana mereka meninggal disebabkan karena kekerasan, kekejaman atau perbuatan yang menyakitkan hati.
  • Orang mati terutama mereka yang menjadi tokoh atau para pemuka dalam masyarakat dipercaya bahwa setelah mereka meninggal, roh mereka semakin berkuasa dan menentukan kehidupan serta nasib manusia yang masih hidup. Roh-roh ini dipercaya mampu menolong dan juga mampu menyakiti.
  • Orang yang sudah meninggal tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri. Karena itu harus dicukupi oleh orang yang masih hidup yaitu dengan cara upacara yang disertai sesaji.
  • Orang yang sudah meninggal diyakini rohnya dapat kembali ke dunia, kembali hidup dalam masyarakat manusia dan rohnya tadi dapat dilahirkan kembali dalam jasad-jasad yang dikendaki dan dipilih olehnya.

 

RECENT POSTS