Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai

panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

Kode etik IAI disempurnakan pada kongres IAI tahun 1986 dan namanya diubah menjadi Kode Etik Akuntan Indonesia terdiri dari 26 pasal, tidak termasuk tata kerja Dewan Kerhomata IAI, ( untuk tata kerja Dewan Kehormatan ini diatur tersendiri yang terdiri dari 9 pasal dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan kode etik).

Kode Etik Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  1. Kode etik untuk profesi akuntan secara umum, yang mengatur mengenai hal-hal sebagai berikut:
  2. Kepribadian (pasal 1 dan 2)
  3. Kecakapan profesional (pasal 3 dan 4)
  4. Tanggung jawab (pasal 5,6,dan 7)
  5. Pelaksanaan kode etik (pasal 8,9, dan 10)
  6. Penafsiran dan penyempurnaan kode etik (pasal 11)
  7. Kode etik khusus untuk akuntan publik, mengatur mengenai hal-hal sebagai berikut:
  8. Kepribadian (pasal 12,13 dan 14)
  9. Kecakapan profesional (pasal 15,16,17,18 dan 19)
  10. Tanggung jawab kepada klien (pasal 19 dan 20)
  11. Tanggung jawab rekan seprofesi (pasal 21 dan 22)
  12. Tanggung jawab lainya (pasal 23,24,dan 25)

Baca Juga :