Kegiatan Anjak Piutang

Kegiatan Anjak Piutang

Perusahaan anjak piutang (factoring) merupakan jenis perusahaan yang relatif baru dikenal di Indonesia. Secara resmi adalah dengan dikeluarkannya surat keputusan menteri keuangan Nomor 1251/KMK.013/1998 tanggal 20 desember 1998. Pada hal dibanyak negara lain kegitana perusahaan anjak piutang sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu.

Kegiatan utama perusahaan anjak piutang adalah mengambil alih pengurusan piutang suatu perusahaan dengan suatu tanggung jawab tertentu, tergantung kesepakatan dengan pihak kreditor (pihak yang punya piutang). Usaha usaha yang dijalankan oleh perusahaan anjak piutang berkaitan dengan pengambilalihan dan pengelolaan piutang suatu perusahaan, terganggu permintaan pihak kreditor. Bagi perusahaan kreditor dengan adanya perusahaan anjak piutang sangat membantu mereka dalam hal mengurangi resiko yang dihadapi terhadap macetnya tagihan perusahaan. Di samping itu, mereka juga dapat lebih berkonsentrasi terhadap kegiatan lain yang lebih strategis di perusahaanya[3].

Berdasarkan surat keputusan menteri keuangan tersebut dapat disimpulakan bahwa kegiatan anjak piutang meliputi kegiatan antara lain:

  1. Pengambilalihan tagihan suatu peruahaan dengan fee tertentu
  2. Pembelian piutang perusahaan dalam suatu transaksi perdagangan dengan harga yang sesuai dengan kesepakatan.
  3. Mengelola usaha penjualan kredit suatu perusahaan, artinya perusahaan anjak piutang dapat mengelola kegiatan administrasi kredit suatu perusahaan sesuai kesepakatan.

Dalam mengelola kegiatan sehari-harinya perusahaan anjak piutang seperti halnya perusahaan lainnya juga memiliki tujuan tertentu yaitu mencari keuntungan. Keuntungan yang diperoleh perusahaan anjak piutang antara lain dari berbagai biaya yang dikenaakan terhadap kliennya. Kemudian dari keuntungan inilah perusahaan anjak piutang ini dapat menutupi seluruh kegiatan operasionalnya.

Dalam praktiknya keuntunagn yang diperoleh dari biaya-biaya yang dibebankan kepada para nasabahnya terdiri dari:

  1. Jasa penagihan (service charge)

Yaitu biaya yang dibebankan oleh perusahaan anjak piutang kepada kliennya, yang dikenal dengan istilah fee dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu. Kemudian besarnya fee yang diberikan tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak dengan berbagaai pertimbangan seperti misalnya tingkat kesulitan atau jumlah piutang yang ditagihkan.

  1. Biaya administrasi

Yaitu biaya yang diterima oleh perusahaan anjak piutang setelah melakukan pengelolaan perusahaan kreditor oleh klien dan besarnya pun tergantung dari kesepakatan yang dibuat bersama.

https://bugscode.id/mystery-of-neuschwanstein-apk/