Karakteristik Media Pembelajaran

Karakteristik Media Pembelajaran

Karakteristik Media Pembelajaran

Karakteristik Media Pembelajaran
Karakteristik Media Pembelajaran

Setiap jenis media, mempunyai karakteristik (kekhasan) tertentu, yang berbeda-beda satu sama lain. Masing-masing media tentu memiliki kelebihan dan kelemahan. Tidak semua jenis media yang disebutkan di atas akan dibahas di sini. Untuk mempermudah pembahasan, kita akan menggunakan pengelompokan media seperti yang dikemukakan oleh Heinich. Namun karena pertimbangan praktis, maka jenis media yang akan dibahas di sini hanya dipilih beberapa media yang biasa digunakan dalam pembelajaran.

  1. Media yang tidak diproyeksikan

      Kelompok media ini sering disebut sebagai media pameran (displayed media). Jenis media yang tidak diproyeksikan antara lain : realia, model, dan grafis. Ketiga jenis media ini dapat dikategorikan sebagai media sederhana yang penyajiannya tidak memerlukan tenaga listrik. Walaupun demikian media ini sangat penting bagi siswa karena mampu menciptakan kegiatan pembelajaran menjadi lebih hidup dan lebih menarik.

  1.  Media Realita

      Media realia adalah benda nyata yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan media realia tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas, melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa melihat langsung (observasi) benda nyata tersebut ke lokasinya. Realia dapat digunakan dalam kegiatan belajar dalam bentuk sebagaimana adanya tidak perlu dimodifikasi, tidak ada pengubahan kecualia dipindahkan dari kondisi lingkungan aslinya. Ciri media realia yang asli adalah benda yang masih dalam keadaan utuh, dapat dioperasikan, hidup, dalam ukuran yang sebenarnya dan dapat dikenali sebagai wujud aslinya.

      Media realia sangat bermanfaat terutama bagi siswa yang tidak memiliki pengalaman terhadap benda tertentu. Misalnya untuk mempelajari binatang langka, siswa diajak melihat badak yang ada di kebun binatang.

  1.  Model

      Model diartikan sebagai benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model sebagai media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk mengatasi kendala tertentu untuk pengadaan realia. Model suatu benda dapat dibuat dengan ukuran yang lebih besar, lebih kecil atau sama dengan benda sesungguhnya. Model juga bisa dibuat dalam wujud yang lengkap seperti aslinya, bisa juga lebih disederhanakan hanya menampilkan bagian/ciri yang penting. Contoh model seperti: Candi Borobudur, pesawat terbang atau tugu monas yang dibuat dalam bentuk mini.

  1.  Media Grafis

      Grafis tergolong jenis media visual, yang menyalurkan pesan lewat symbol-simbol visual. Grafis juga berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dijelaskan melalui penjelasan verbal saja. Banyak konsep yang justru lebih mudah dijelaskan melalui gambar daripada menggunakan kata verbal. Ingat ungkapan “satu gambar berbicara seribu kata”.

  1.  Gambar/Foto

Gambar atau foto adalah media yang paling umum dipakai dalam pembelajaran. Gambar dan foto sifatnya universal, mudah dimengerti, dan tidak terikat oleh keterbatasan bahasa. Beberapa kelebihan media gambar/foto antara lain :

  • Sifatnya konkrit
  • Dapat mengatasi batasan ruang, waktu dan indera
  1.  Diagram/Skema

      Diagram/skema merupakan suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan symbol-simbol. Diagram menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Diagram menunjukkan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ. Isi diagram pada umumnya berupa petunjuk untuk memahami komponen dan mekanisme kerja suatu peralatan tertentu.

Diagram yang baik haruslah :

  • Benar datanya, digambar rapi, diberi judul dan penjelasan seperlunya
  • Ukurannya cukup dan dapat dilihat oleh siswa dalam jumlah yang diinginkan
  • Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum (dari kiri ke kanan).
  1.  Bagan/Chart

      Fungsi bagan yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis yang lain seperti gambar, diagram, kartun atau lambang verbal. Agar menjadi yang baik, bagan hendaknya dibuat secara sederhana, lugas, tidak berbelit-belit dan up to date. (https://blog.fe-saburai.ac.id/pengertian-seni-rupa-murni-jenis-gambar-dan-10-contohnya/)

  1.  Grafik

      Grafik merupakan gambar sederhana yang menggunakan grafis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Grafik digunakan untuk menjelaskan perkembangan atau perbandingan suatu obyek yang saling berhubungan. Grafik biasanya disusun berdasarkan prinsip matematika dan menggunakan data komparatif. Ada beberapa bentuk grafik, antara lain; grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran dan grafik gambar.

      Beberapa kelebihan grafik dalam pembelajaran :

  • Memungkinkan kita mengadakan analisis, penafsiran dan perbandingan antara data-data yang disajikan, baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan maupun arah tertentu.
  • Bermanfaat untuk mempelajari hubungan kuantitatif antar beberapa data.
  • Penyajian pesannya cepat, jelas, menarik ringkas dan logis. Semakin rumit data yang akan disajikan, semakin efektif disajikan melalui grafik.