Jenis Makna Menurut Pendapat Ahli

Jenis Makna Menurut Pendapat Ahli

          Melalui berbagai sumber, dapat berbagai istilah untuk menanamkan jenis atau tipe makna. Pateda (Chaer, 1986:59) secara alfabetis telah mendaftarkan adanya 25 jenis makna, yaitu makna efektif, makna denotatif, makna deskriftif, makna ekstensi, makna emotif, makna gereflekter, makna idealisiovnal, makna intensi, makna gramatikal, makna kiasan, makna kognitif, makna konseptual, makna konstruksi, makna leksikal, makna luas, makna piktonal, makna proposisional, makna pusat, makna referensial, makna sempit, makna stilistika, dan makna tematis. Sedangkan Leech haer, 1976:59) yang karyanya banyak dikutip orang dalam hal semantis membedakan adanyatujuh tipe makna, yaitu (1) makna konseptual,(2)Makna konotatif, (3) makna stilistika, (4) makna afektif, (5) makna reflektif, (6) makna kolokatif, (7) makna tematik. Dengan catatan makna konotatif, stilistika, afektif, reflektif, dan kolokatif masuk dalam kelompok yang lebih besar yaitu makna asosiatif.

Berikut akan dibahas mengenai jenis-jenis makna berdasarkan berbagai sumber yang telah dikemukakan oleh para ahli bahasa.

  1. Makna Sempit

          Makna sempit (narrowed meaning) adalah makna yang lebih sempit dari keseluruhan ujaran. Gagasan atau ide yang umum bila dibubuhi rincian gagasan atau ide, maka maknanya akan menyempit (memiliki makna sempit), seperti pada contoh berikut :

(1)   Pakaian dengan pakaian wanita

(2)   Saudara dengan saudara kandung, Saudara tiri, Saudara sepupu

(3)   Garis    dengan garis bapak, garis miringdan sebaginya.

 

  1. Makna Luas

          Makna luas (widened meaning atau extended meaning) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata lebih luas dari yang diperkirakan Djajasudarma (Pateda, 1993: 8). Kata-kata yang berkonsep memiliki makna luas dapat muncul dari makna yang sempit, seperti pada contoh bahasa Indonesia berikut :

Pakaian                   dalam              dengan pakaian

Kursi roda               dengan            kursi

Menghidangkan      dengan            menyiapkan

Memberi                 dengan            menyumbang

Warisan                   dengan            harta

Mencicipi                dengan            makan

  1. Makna Kognitif

          Makna kognitif disebut juga makna deskriptif atau denotatif adalah makna yang menunjukkan adanya hubungan antara konsep dengan dunia kenyataan. Makna kognitif adalah makna lugas, makna apa adanya.

Makna kognitif sering digunakan dalam istilah teknik. Seperti telah disebutkan bahwa makna kognitif disebut juga makna deskriptif, makna denotatif, dan makna kognitif konsepsional. Makna ini tidak pernah dihubungkan dengan hal-hal lain secara asosiatif, makna tanpa tafsiran hubungan dengan benda lain atau peristiwa lain. Makna kognitif adalah makna sebenarnya, bukan makna kiasa atau perumpamaan. Contoh: pohon.

  1. Makna Konotatif Dan Emotif

          Makna kognitif dapat dibedakan dari makna konotatif dan emotif berdasarkan hubungannya, yaitu hubungan antara kata dengan acuannya () atau hubungan kata dengan denotasinya (hubungan antara kata (ungkapan) dengan orang, tempat, sifat, proses, dan kegiatan luar bahasa;dan hubungan antara kata (ungkapan) dengan cirri-ciri tertentu yang bersifat konotatif atau emotif.

Makna konotatif adalah makna yang muncul dari makna kognitif (lewat makna kognitif), ke dalam makna kognitif tersebut ditambahkan komponen makna lain. Sementara Kridalaksana (Chaer: 1993), memberikan pengertian bahwa makna konotatif (connotative meaning) sama dengan konotasi, yaitu aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan pada pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca). Contoh kata kurus, berkonotasi netral, artinya tidak memiliki nilai

makna konotatif dapat dibedakan dari makna emotif karena yang disebut pada bagian pertama bersifat negatif dan yang disebut kemudian bersifat positif. Makna konotatif muncul sebagai akibat asosiasi parasaan kita terhadap apa yang diucapkan atau apa yang didengar. Makna konotatif dan makna emotif dapat dibedakan berdasarkan masyarakat yang menciptakannya atau menurut individu yang digunakan (lisan atau tulisan) serta menurut bidang yang menjadi isinya. Makna konotatif berubah dari zaman ke zaman. Makna konotatif dan emotif dapat bersifat incidental.

Makna emotif (emotive meaning) adalah makna yang melibatkan perasaan (pembicara dan pendengar; penulis dan pembaca) kea rah yang positif. Makna ini berbeda dengan makna kognitif (denotatif) yang menunjukkan adanya hubungan antara dunia konsep (reference) dengan kenyataan, makna emotif menunjukkan sesuatu yang lain yang tidak sepenuhnya sama dengan yang terdapat dalam dunia kenyata