Islam dan Iman

Islam dan Iman

Islam dan Iman

Islam dan Iman
Islam dan Iman

Pengertian Islam: 

Islam adalah berserah diri kepada Allah I dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan taat dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan pelakunya. Barangsiapa yang berserah diri kepada Allah I saja, maka dia adalah seorang muslim. Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Allah I dan yang lainnya, maka dia adalah seorang musyrik. Dan barangsiapa yang tidak berserah diri kepada Allah I, maka dia seorang kafir yang sombong.

 

Rukun-Islam  Rukun Islam ada lima:

            Dari Ibnu Umar t, ia berkata, “Rasulullah r bersabda, ‘Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada AIlah (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah I, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan puasa Ramadhan.” Muttafaqun ‘Alaih.1

 

Pengertian Syahadah (laailaaha illallah):

Manusia mengakui dengan lisan dan hatinya bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah I, dan sesembahan-sesembahan selain Dia I, maka ketuhanannya adalah batil dan ibadahnya juga batil. Kalimah syahadah tersebut mengandung nafi (meniadakan/menolak) dan itsbat (menetapkan). (Laa ilaaha), artinya menolak semua yang disembah selain Allah I, (Illallah) adalah menetapkan ibadah kepada Allah I saja, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam menyembah-Nya, seperti tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan- Nya.

 

Pengertian syahadah (Muhammad Rasulullah):

  Taat kepada Nabi r dalam perintahnya, membenarkan beritanya, menjauhi yang dilarangnya, dan dia tidak menyembah Alah I kecuali dengan cara yang disyari’atkannya.

 

Pengertian iman

            Engkau beriman kepada Allah I, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan engkau beriman kepada qadar (ketentuan) baik dan buruknya.  Iman adalah ucapan dan perbuatan. Ucapan hati dan lisan, dan amal hati, lisan dan anggota tubuh, iman itu bertambah dengan taat dan berkurang dengan maksiat. .

 

Cabang-cabang iman:

 Dari Abu Hurairah t, ia berkata, “Rasulullah r bersabda, ‘Iman terbagi lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan laailaa ha illallah dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu termasuk satu cabang dari iman.” HR. Muslim2

 

Tingkatan-tingkatan Iman:

Iman itu memiliki rasa, manis dan hakekat.

  1. Adapun rasanya iman, maka Nabi r menjelaskan dengan sabda-Nya: “Yang merasakan nikmatnya iman adalah orang yang ridha kepada Allah I sebagai Rabb (Tuhan), Islam sebagai agama, dan Muhammad r sebagai rasul.” HR. Muslim3
  2. Adapun manisnya iman, maka Nabi r menjelaskan dengan sabdanya: “Ada tiga perkara, jika terdapat dalam diri seseorang, niscaya dia merasakan nikmatnya iman: bahwa Allah I dan Rasul- Nya r lebih dicintainya dari apapun selain keduanya, dia tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah I, dan dia benci kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci dilemparkan dalam api neraka.” Muttafaqun ‘alaih.
  3. Adapun hakekat iman, maka bisa didapatkan oleh orang yang memiliki hakekat agama. Berdiri tegak memperjuangkan agama, dalam ibadah dan dakwah, berhijrah dan menolong, berjihad dan berinfak.

Baca Juga :