Ilmu Tauhid Adalah

Ilmu Tauhid Adalah

Ilmu Tauhid Adalah

Ilmu Tauhid Adalah
Ilmu Tauhid Adalah

Pengertian Ilmu Tauhid

Tauhid dalam bahasa artinya menjadikan sesuatu esa. Yang dimaksud disini adalah mempercayai bahwa Allah itu esa. Sedangkan secara istilah ilmu Tauhid ialah ilmu yang membahas segala kepercayaan-kepercayaan yang diambil dari dalil dalil keyakinan dan hukum-hukum di dalam Islam termasuk hukum mempercayakan Allah itu esa.

Seandainya ada orang tidak mempercayai keesaan Allah atau mengingkari perkara-perkara yang menjadi dasar ilmu tauhid, maka orang itu dikatagorikan bukan muslim dan digelari kafir. Begitu pula halnya, seandainya seorang muslim menukar kepercayaannya dari mempercayai keesaan Allah, maka kedudukannya juga sama adalah kafir.

Perkara dasar yang wajib dipercayai dalam ilmu tauhid ialah perkara yang dalilnya atau buktinya cukup terang dan kuat yang terdapat di dalam Al Quran atau Hadis yang shahih. Perkara ini tidak boleh dita’wil atau ditukar maknanya yang asli dengan makna yang lain.

Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah dan rasul-Nya dengan dalil dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah dari sifat sifat yang sempurna dan mensucikan Allah dari tanda tanda kekurangan dan membenarkan semua rasul rasul Nya.

Adapun perkara yang dibicarakan dalam ilmu tauhid adalah dzat Allah dan dzat para rasul Nya dilihat dari segi apa yang wajib (harus) bagi Allah dan Rasul Nya, apa yang mustahil dan apa yang jaiz (boleh atau tidak boleh).

 

Lahirnya Ilmu Tauhid

  1. Faktor Yang Mendorong Lahirnya Tauhid
  2. Faktor Intern

Adalah faktor yang berasal dari islam itu sendiri. Adapun diantara faktor tersebut adalah adanya dalil al-Qur’an yang menjelaskan masalah ketauhidan, kenabian serta polemik terhadap agama-agama pada masa itu.Adapun dalil al-Qur’an tentang tauhid diantaranya:

َوالهكم اله وحد لااله الاهو الرحمن الرحيم (البقره:163)

Artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Maha Pemurah kagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqoroh:163)

Adapun faktor lain, diantaranya setelah wafatnya nabi, umat Islam bersentuhan dengan kebudayaan dan peradapan asing, mereka mulai mengenal filsafat, merekapun memfilsafati al-Qur’an, terutama ayat-ayat yang secara lahir nampak satu sama lain tidak sejalan.

 

Faktor Ektern

Adalah faktor yang berasal dari luar islam. Diantaranya pola pikir ajaran agama lain yang tidak sejalan dengan islam, atau bahkan penganut islam itu sendiri yang awalnya non islam yang masih terbawa dengan adat-adat not islam.

 

Kedudukan Tauhid dalam Islam

Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar. Selain itu, tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai denga tuntutan Rosulullah.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/