Hak Kebendaan yang memberi kenikmatan

Hak Kebendaan yang memberi kenikmatan

  1. Hak Milik

  2. Pengertian hak milik menurut KUHPdt

Hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu kebendaan dengan leluasa, dan untuk berbuat bebas terha­dap kebendaan itu dengan kedaulatan sepenuhnya, asal tidak bertentangan dengan undang-undang atau peraturan umum yang ditetapkan oleh suatu kekuasaan yang berhak menetapkannya, dan tidak mengganggu hak-hak orang lain; kesemuanya itu dengan tak mengurangi kemungkinan akan pencabutan hak itu demi kepentingan umum berdasar atas ketentuan undang-undang dan dengan pembayaran ganti-rugi (Pasal 570 KUHPdt).

  1. Menurut Prof. Subekti, SH

Eigendom adalah hak yang paling sempurna atas suatu benda. Seseorang yang mempunyai hak  eigendom (milik) atas suatu benda dapat berbuat apa saja dengan benda itu (menjual, menggadaikan, memberikan, bahkan merusak), asal saja ia tidak melanggar undang-undang atau hak orang lain.

  1. Menurut Prof. Dr. ­Sri Soedewi Masjchoen So/wan, S.H.,

Dengan mengacu pada Pasal 570 KUHPdt, hak milik ada­lah hak untuk menikmati suatu benda dengan sepenuhnya dan untuk menguasai benda itu dengan sebebas-bebasnya, asal tak dipergunakan bertentangan dengan undang-undang atau peraturan umum yang diadakan oleh kekuasaan yang mempunyai wewenang untuk itu dan asal tidak menimbulkan gangguan terhadap hak-hak orang lain; kesemuanya itu dengan tak mengurangi kemungkinan adanya pencabut­an hak itu untuk kepentingan umum, dengan pembayaran pengganti kerugian yang layak dan menurut ketentuan undang-undang.

Melihat perumusan di atas dapat disimpulkan, bahwa hak milik adalah hak milik adalah hal yang paling utama jika dibandingkan dengan hak – hak kebendaan yang lain. Karena yang berhak itu dapat menikmatinya dengan sepenuhnya dan menguasainya dengan sebebas-bebasnya. Hak milik ini tidak dapat diganggu gugat.

Cara memperoleh hak milik

Menurut Pasal 584 KUHPdt, hak eigendom dapat diperoleh dengan jalan:

  • Pendahuluan ( toeeigening)
  • Ikutan
  • Lewat waktu
  • Pewarisan ( erfopvolging), baik menurut undang – undang maupun menurut surat wasiat
  • Penyerahan (levering) berdasarkan suatu peristiwa perdata untuk memindahkan  hak milik, dilakukan oleh seseorang yang berhak berbuat bebas terhadap benda itu.

Sedangkan menurut Prof. Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, cara memperoleh hak milik di luar Pasal 584 KUHPdt yang diatur oleh Undang-Undang adalah:

  • Penjadian benda (zaaksvorming);
  • Penarikan buahnya (vruchttrekking);
  • Persatuan benda (vereniging);
  • Pencabutan hak (onteigening);Perampasan (verbeurdverklaring);
  • Pencampuran harta {boedelmenging);
  • Pembubaran dari sebuah badan hukum;
  • Abandonnement (dijumpai dalam Hukum Perdata Laut – Pasal 663 KUHD)