Fungsi Tuba Fallopi

Fungsi Tuba Fallopi

Fungsi Tuba Fallopi

Fungsi Tuba Fallopi

Fungsi utama dari tuba fallopi

merupakan sebagai saluran yang membawa sel ovum dari ovarium ke uterus “rahim”, selain itu bagian ampula juga sering menjadi tempat bertemunya sel sperma dan sel ovum “fertilisasi”.


Tuba falopi menjalankan fungsinya melalui kontrasi serta otot polos yang menciptakan gerakan peristaltik “gerakan mendorong” nah gerakan inilah yang dapat menbawa sel ovum ke rongga rahim.


Gerakan ini dipengaruhi oleh sistem hormonal estrogen dan progesteron dan prostaglandin, juga dipengaruhi beberapa faktor dari luar tubuh. Pada tuba falopi juga terdapat silia yaitu struktur seperti rambut-rambut halus yang membantu pergerakan sel ovum.


Perjalanan ini dapat memakan waktu berjam-jam atau bahkan mencapai hitungan hari. Terkadang terjadi kelainan yang menyebabkan hasil fertilisasi tidak masuk ke rahim, melainkan berkembang di tuba falopi, kelainan seperti ini disebut kehamilan ektopik “kehamilan di luar kandungan”.


Fungsi tuba fallopi :

  1. Sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai kavum uteri.
  2. Untuk menangkap ovum yang dilepaskan saat ovulasi.
  3. Sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi.
  4. Tempat terjadinya konsepsi.
  5. Tempat pertumbuahn dan perkembangan hasil konsepsi sampai mencapai bentuk blastula yang siap mengadakan implantasi.

Pengertian Tuba Fallopi

Tuba fallopi adalah saluran ovum yang terentang antara kornu uterine hingga suatu tempat dekat ovarium dan merupakan jalan ovum mencapai rongga uterus. terletak di tepi atas ligamentum latum berjalan ke arah lateral mulai dari osteum tubae internum pada dinding rahim. Dinding tuba terdiri dari tiga lapisan yaitu serosa, muskular, serta mukosa dengan epitel bersilia.


Fungsi utama dari saluran ini ialah sebagai jalur transportasi ovum dari ovarium ke rahim. Masing-masing tuba falopi biasanya memiliki panjang sekitar 10-13 cm dengan diameter 0,5-1,2 cm.


Sumber: https://newgoat.co.id/computer-launcher-apk/