Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Amuk Massa

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Amuk Massa

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Amuk Massa

Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Amuk Massa

Prespektif teori psikologi menurut Alfred Adler ini mendasarkan bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial. Jadi jika dilihat dari perspektif psikologi sosial, amuk massa yang sering terjadi di masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor sosial antara lain:

  1. Adanya prasangka sosial

Prasangka dikatakan sebagai salah satu faktor yang menyebabkan munculnya agresi berupa amuk massa itu, karena prasangka sangat mempengaruhi tindakan suatu kelompok, bersifat kaku dan irrasional. Individu yang terkena virus prasangka tidak mudah untuk mengubah sikapnya. Bila dihadapkan pada kenyataan yang berbeda, biasanya resistan dan mencari pembenarannya sendiri, atau malah muncul emosinya. Artinya, jika apa yang diprasangkakannya ternyata salah atau tidak sesuai, maka mereka mengambil dalih untuk mempertahankan “kebenaran” prasangkanya.  Dari pendapat di atas dapat diperoleh pengertian bahwa prasangka sosial merupakan sikap negatif seseorang terhadap orang lain karena adanya perbedaan dari orang yang bersangkutan dengan orang lain atau kelompok lain. Persepsi yang muncul cenderung diiringi oleh tindakan yang tidak menyenangkan dan dapat merugikan orang atau kelompok lain, salah satunya dengan melakukan amuk massa tersebut.

  1. Adanya persaingan dalam masyarakat

Adanya persaingan dalam suatu kelompok juga merupakan penyebab terjadinya peristiwa amuka massa tersebut.  Persaingan merupakan suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang ada.Beberapa bentuk persaingan antara lain persaingan ekonomi, persaingan kebudayaan, persaingan kedudukan dan peranan, serta persaingan ras. Adanya persaingan ini memungkinkan nantinya akan muncul suatu konflik yang menyebabkan suatu kelompok melakukan tindakan amuk massa yang ditujukan kepada kelompok saingannya tersebut.

  1. Adanya perlakuan diskriminasi

Adanya perlakuan yang diskriminatif terhadap suatu kelompok, dapat memicu terjadinya suatu keinginan untuk memperoleh keadilan. Ketika mereka ingin mendapatkan keadilan ini sering kali dilakukan melalui jalan kekerasan, salah satunya dengan melakukan amuk massa. Secara sederhana diskriminasi ini mengacu kepada “pengecualian pembedaan, atau pembatasan berdasarkan asal etnis atau nasional, jenis kelamin, usia, kecacatan, status sosial atau ekonomi, kondisi kesehatan, kehamilan, bahasa, agama, opini, orientasi seksual, status perkawinan atau lainnya, memiliki efek merugikan atau meniadakan pengakuan atau pelaksanaan hak-hak dan kesetaraan kesempatan bagi orang-orang. Namun, diskriminasi merujuk pada tindakan membedakan atau segregasi yang merongrong kesetaraan. Biasanya digunakan untuk merujuk pada pelanggaran hak-hak yang sama bagi individu dengan masalah sosial, usia, ras, agama, politik, orientasi seksual atau gender. Sumber utama dari ketidaksetaraan adalah diskriminasi. Menurut Cesar Rodriguez, dalam teks yang berjudul Hak untuk mendapatkan kesetaraan, pendapatan, kelas sosial dan ras, faktor seperti jenis kelamin, etnis, kebangsaan, agama atau ideologi politik menimbulkan bentuk diskriminasi. Kelompok minoritas seringkali didiskriminasi dan berada dalam posisi “subordinasi abadi” yang tercermin dalam perekonomian (kelas bawah), politik (kelompok-kelompok ini tidak terwakili kebijakan) dan kehidupan sosial. Dari situasi atau keadaan seperti itulah akhirnya menjadi penyebab munculnya amuk massa di masyarakat yang mereka lakukan dengan tujuan untuk memperoleh keadilan

  1. Adanya proses imitasi

Adanya proses imitasi dari suatu kelompok terhadap kelompok lain yang melakukan aksi amuk massa juga merupak salah satu faktor yang menyebabkan mereka melakukan aksi tersebut juga. Secara umum Imitasi itu merupakan proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lungkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat. Imitasi merupakan proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki orang lain. psikologis lain yang berperan. Dengan kata lain imitasi tidak berlangsung secara otomatis, tetapi ada faktor lain yang ikut berperan, sehingga seseorang mengadakan imitasi. Contohnya, sekolompok orang melakukan aksi amuk massa disebabkan karena mereka meniru apa yang mereka lihat atau saksikan di media untuk melakukan aksi amuk massa dalam menyelesaikan suatu permasalah ataupun untuk menentang segala sesuatu yang mereka anggap salah.


Sumber: https://ironmanfactory.com/