Dosen Ditangkap Kasus Bom, Menristekdikti Kumpulkan Rektor

Dosen Ditangkap Kasus Bom, Menristekdikti Kumpulkan Rektor

Dosen Ditangkap Kasus Bom, Menristekdikti Kumpulkan Rektor

Dosen Ditangkap Kasus Bom, Menristekdikti Kumpulkan Rektor
Dosen Ditangkap Kasus Bom, Menristekdikti Kumpulkan Rektor

Menristekdikti, M Nasir, telah mengumpulkan seluruh rektor perguruan tinggi

negeri di sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (30/9/2019).
Berita Terkait
Reuni 212 Memang Digelar Bersama Maulid Nabi
Pemblokiran Akun Aktivis PA 212 | Kata Johny G Plate Pasti Ada Alasannya
Reuni 212 | Fadli Zon Siap Hadir, Tapi Belum Diundang

Hal tersebut menyusul ditangkapnya dosen IPB, Abdul Basith, yang diduga telah merakit 28 bom molotov.

Nasir meminta para rektor untuk melakukan langkah pencegahan agar dosen maupun pegawai di kampus masing-masing tak terpapar radikalisme.

“Rektor PTN seluruh Indonesia sudah saya kumpulkan tanggal 30.

Intinya jangan sampai para dosen, pegawai, terpapar radikalisme, intoleransi kampus,” ujar Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2019).

“Mari jaga bersama, karena pendidikan kita harus menjaga kebersamaan di PTN. Kalau PTS saya minta kepada kepala lembaga layanan PTS. Supaya nanti, kampus jadi kondusif,” lanjut dia.

Dalam pertemuan tanggal 30 September lalu, Nasir juga memanggil Rektor IPB, Arif Satria, untuk meminta klarifikasi atas dugaan keterlibatan Abdul Basith dalam pembuatan bom molotov.

Kejadian Basith merupakan peringatan bagi para rektor agar bisa mencegah radikalisme di dalam lingkungan kampus.

“Kami sudah panggil. Rektor IPB sudah saya panggil tanggal 30 September.

Saya meminta klarifikasi dulu. Oleh karena itu, sebagai warning, kita harus bersama melakukan hal sama,” kata Nasir.

Basith sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka perakit 28 bom molotov. Ia diduga berniat mengacaukan Aksi Mujahid 212, menggagalkan pelantikan DPR dan MPR, serta pelantikan presiden-wakil presiden terpilih.

Selain itu, Basith juga diduga merekrut 7 eksekutor sebagai pembuat bom dan penyusup untuk melempar bom molotov saat aksi unjuk rasa. Seluruh pembiayaan ditanggung oleh tersangka.

IPB juga menyerahkan sepenuhnya kasus Abdul Basith ini ke pihak kepolisian. Berikut siaran pers IPB yang dibagikan, seperti yang diterima redaksi.

 

Baca Juga :