Disperindag Temukan Tahu Kuning Berbahaya

Disperindag Temukan Tahu Kuning Berbahaya

Disperindag Temukan Tahu Kuning Berbahaya

 

Disperindag Temukan Tahu Kuning Berbahaya

Menjelang H-4 Natal dan Tahun Baru 2019

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor melakukan operasi pasar atau inspeksi mendadak (sidak) pangan ke beberapa pasar tradisional dan supermarket di Kota Bogor.

Operasi pasar ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok dan pasokan selama Natal dan Tahun baru tetap stabil dan aman. Dalam operasi pasar yang dilakukan, Jumat (21/12/2018) siang ini, tim operasi pasar mengunjungi Pasar Jambu Dua di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor terlebih dahulu.

Sesampainya di pasar Jambu Dua

Tim yang dipimpin Kepala Bidang Tertib Niaga, Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga ini mengunjungi beberapa lapak pedagang, seperti pedagang beras, pedagang daging ayam, pedagang ikan teri, pedagang ikan dan terakhir pedagang tahu.

“Untuk harga sembako masih stabil tidak ada peningkatan harga dan pasokan juga sangat cukup,” ujar Mangahit.

Mangahit menuturkan, dari pedagang-pedagang yang ia datangi, ia mengambil sample barang dagangan untuk dilakukan uji laboratorium. Pasalnya, dari pengujian kasat mata dirinya mencurigai beras yang dijual mengandung pemutih, usus ayam yang diduga memakai formalin, begitu juga dengan ikan teri yang terasa asam seperti memakai formalin dan tahu kuning yang saat sidak terbukti ditemukan bungkus pewarna tekstil yang dipakai pedagang untuk membuat tahu menjadi kuning terang.

“Untuk sekarang sudah kita kasih peringatan, semua tahunya juga sudah dimusnahkan karena berbahaya, tapi kalau masih melakukan seperti itu lagi bukan barangnya saja yang ditarik tapi pedagangnya dikasih sanksi,” tegasnya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat terus waspada saat membeli makanan. Terutama pada tahu yang setiap harinya di produksi dan di konsumsi. Mangahit menerangkan, jika melihat tangan pedagang berwarna kuning tidak wajar maka perlu diwaspadai sebab bisa jadi itu merupakan warna dari pewarna tekstil karena warnanya berbeda dengan warna kunyit yang cenderung aman untuk dikonsumsi. Ciri lainnya ada pada gelembung di dalam bungkusan plastik. Jika di teliti dengan cara membolak balikan bungkusan itu maka ada gelembung di plastiknya. Berbeda jika menggunakan air murni. contoh report text tumbuhan

“Kalau untuk tahu putih mengetesnya dengan cara mengangkat kira-kira setengah meter lalu menjatuhkannya, jika hancur maka aman tapi kalau tidak hancur maka ada sesuatu,” terangnya.

Direktur Operasional

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, Syuhaeri Nasution mengaku, pihaknya kaget dengan temuan bahan berbahaya pada makanan yang dijual pedagang. Sebab, PD PPJ pernah melakukan peneguran pada pedagang tetapi tidak menemukan bahan berbahaya tersebut.

“Kita pernah lakukan peneguran tapi tidak kita temukan barang berbahaya, tadi kebetulan ada produk yang memakai bahan berbahaya bagi kesehatan,” katanya.

Menurut Syuhaeri, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada para staf PD

Pasar agar memahami jenis makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Meski tak memiliki kewenangan untuk penindakan pihaknya akan melaporkan kepada PPNS yang bisa menindaknya.

“Kami akan tetap mengawasi di lapangan kalau ada kejadian serupa akan dilaporkan ke PPNS yang bisa menindak mereka,” tuturnya.

Syuhaeri menegaskan, tak akan main-main dengan pedagang nakal yang masih menjual barang mengandung bahan berbahaya pada makanannya. Ia pun tidak segan untuk tidak lagi mengizinkan pedagang nakal berjualan di seluruh pasar yang berada dibawah naungan PD PPJ.

“Saya sudah ingatkan mereka jangan mengulanginya lagi, kalau ada kami akan tindak, seandainya tidak patuh kami akan cabut untuk tidak boleh lagi berjualan di seluruh pasar dibawah naungan PD PPJ,” tegasnya.