Dampak Gempa Tasikmalaya

Dampak Gempa Tasikmalaya

Dampak Gempa Tasikmalaya

Dampak Gempa Tasikmalaya

Gempa

Gempa yang berlangsung lebih dari 30 detik ini merupakan gempa berskala menengah yang terasa hingga ke sejumlah wilayah Pulau Jawa. Lima menit setelah gempa terjadi, sistem diseminasi BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selanjutnya, BMKG melakukan monitoring tsunami gauge di Pangandaran, Pamayang Sari, Binangeun (Banten) dam Pacitan (Jawa Tengah). Dari hasil monitoring di beberapa stasiun tsunami gauge yang dekat dengan pusat gempa menunjukkan tidak ada rekaman kenaikan muka air laut, sehingga BMKG melakukan Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami pada pukul 02.26 WIB atau sekitar 2 jam setelah gempa terjadi.

Karena dikhawatirkan ada potensi tsunami, jadi masyarakat di Pangandaran

Cipatujah, dan di Pameungpeuk sudah siap-siap keluar rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Tapi pada dua jam kemudian dinyatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Semalam masyarakat sudah bisa kembali lagi ke rumahnya dan pagi ini sudah bisa beraktivitas, tapi ingat harus tetap waspada,” unggap Aher saat ditemui di Bandung, Sabtu (16/12/17).

“Sejak pagi sudah mulai didata tentang kerusakan apa saja yang terjadi akibat musibah ini, terus sudah ada laporan dari Tasikmalaya, Pangadaran, Garut, Ciamis, dan sekitarnya. Ada kerusakan rumah, sekolah, Pusat Layanan Masyarakat, perkantoran dan akan segera kita tangani,”katanya.

“Kalau dijumlahkan lumayan, ada 300-an rumah berupa rusak berat, sedang, dan ringan. Ada beberapa SMA/SMK, RSUD di Tasikmalaya juga retak-retak. Korban bencana kebanyakan luka-luka” sambung Aher.

Aher menambahkan

Penanganan pacsa bencana yang dilakukan saat ini diantaranya dengan mengevakuasi warga serta melakukan mitigasi bencana atau upaya untuk mengurangi resiko bencana. “Tentu kalau yang rumahnya baik-baik saja selesai dan aman walaupun masih ada trauma, sekarang kita data rumah-rumah yang rusak. Penanganannya, pertama menenangkan masyarakat, lalu kami akan melakukan mitigasi dan normalisasi pascabencana,” katanya.

“Insya Allah tertangani,” Aher meyakinkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari informasi pada sumber-sumber yang dapat dipercaya terkait perkembangan situasi pascagempa.

Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jabar Dicky Saromi mengatakan untuk keakuratan informasi, masyarakat dihimbau mengakses informasi dari media yang kredibel dan media sosial BPBD, BMKG, dan BNPB.

“Menyusul banyaknya berita hoaks yang beredar, kami menganjurkan masyarakat untuk mencari informasi perkembangan melalui (misal) twitter BPBD Jabar di @BPBDJabar,” katanya.

BPBD Jabar per 16 Desember 2017

Data mutakhir dari BPBD Jabar per 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB mengenai Dampak Kerusakan Rumah dan Saran Akibat Kejadian Gempa Tasikmalaya 15 Desember 2017 di 8 Kabupaten /Kota di 76 Kecamatan sebagai Berikut:

1.Rumah Total : 668 Unit

a.Rusak Ringan : 217 Unit

b.Rusak Sedang: 291 Unit

c.Rusak Berat: 160 Unit

2.Sarana dan Prasarana

a.SD: 10 Unit

b.SMP: 1 Unit

c.SMA: 4 Unit

d.Mesjid: 6 Unit

e.Kantor: 2 Unit

f.PAUD: 1 Unit

g.Madrasah : 10 unit

h.Aula :1 unit

i.Rumah Sakit: 1 Unit

3.Korban

a.Meninggal Dunia: 1 Orang

b.Luka-Luka: 6 Orang

c.Pengungsi: 200 Orang (Posko)

Dicky mengungkapkan posko pengungsi yang sudah dibangun baru di Kab. Ciamis sebagai yang terdampak paling parah. ” Kami juga mengirimkan kebutuhan logistik ke Ciamis, berupa makanan siap saji, tenda, family kit, kebutuhan anak. Ini terutama karena stok logistik di Ciamis sudah menipis,” jelasnya.

Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para petugas di lapangan dari BNPB dalam konteks kedaruratan. Sedangkan untuk rehabilitasi pascabencana, katanya,masih memerlukan waktu pengkajian lanjutan. (dikutip Humas Kota Bogor )

 

Artikel terkait :