Belajar dari Kasus Akila Azila

Belajar dari Kasus Akila Azila

Belajar dari Kasus Akila Azila

Belajar dari Kasus Akila Azila
Belajar dari Kasus Akila Azila

Bayi Kembar Siam Akila dan Azila telah dinyatakan stabil pasca operasi separasi. Selama 35 hari pascaoperasi Akila dan Azila, Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo mengadakan syukuran atas membaiknya keadaan dua bayi mungil tersebut, Jumat (19/9/2019).

Meskipun telah dinyatakan stabil dan dalam kondisi yang baik tetapi Akila dan Azila belum diizinkan untuk pulang. Berasal dari Kendari, tim dokter kembar siam RSUD Dr Soetomo harus memastikan terlebih dahulu, RSUD Kendari siap menerima perawatan seumur hidup Akila dan Azila.

“Perawatan kembar siam itu perawatan seumur hidup, masih banyak yang harus dikerjakan, Akila Azila masih memakai plat, harus diawasi dengan intim, masih banyak operasi lainnya, masih memungkinkan terjadi situasi yang kritis, seperti tidak boleh jatuh. Kalau flu dan sakit lainnya harus segera ditangani dokter. Bahkan kemarin sempat kembung, harus dilakukan re open operasinya,” ungkap dr Agus Hariyanto SpA K, Ketua Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo.

Dengan demikian, saat ini RSUD Dr Soetomo tengah dalam perbincangan mengenai kesiapan RSUD Kendari.

Selain itu, juga mengenai kesiapan finansial, karena penanganan kembar siam belum masuk dalam polis asuransi pemerintah.
Baca Juga:

RSUD Dr Soetomo Pantau Perkembangan 3 Pasangan Bayi Kembar Siam
Khofifah Usahakan Special Support BPJS untuk Kembar Siam dari Kendari
Kembar Siam Dempet Dada-Perut Asal Kendari Ditangani RSUD Dr Soetomo
Keluar ICU, Bayi Azila Mulai Dirawat di Kamar Anak

“Untuk itu, kami terus mengupayakan agar kembar siam masuk dalam polis asuransi pemerintah

. Sekali lagi penanganan, pengobatan dan perawatan kembar siam adalah perawatan seumur hidup, banyak prosedur yang harus dilakukan. Kami juga berharap pemerintah Kendari turut membantu Akila dan Azila secara berkelanjutan,” tambahnya.

Keadaan bayi yang lahir 7 Maret 2018 ini dalam keadaan yang lebih baik, Akila sudah bisa belajar berdiri sedangkan Azila sudah bisa minum susu meskipun otot perutnya masih belum mampu untuk digunakan makan. Atas perkembangan Akila dan Azila, Selviana Dewi, sang ibu mengatakan sangat bahagia dan bersyukur.

“Sangat berterimakasih atas pemisahan ini. Sangat merasa bahagia dan bersyukur

. Karena sekian lama dinantikan sudah terwujud. Terlalu bahagianya susah diungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya penuh haru.

Selama ini, keluarga Akila dan Azila ditopang dengan donasi masyarakat dan bantuan bulanan dari sang nenek. Pasalnya sang ayah tidak bisa bekerja karena harus bergantian merawat Akila dan Azila yang menghabiskan 70 persen hari-harinya di Rumah Sakit.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-palestina/