Alternatif investasi

Alternatif investasi

Alternatif investasi

Sebagai alternatif investasi, Reksadana merupakan pilihan yang tepat. Investor tinggal menentukan jenis Reksadana apa yang akan dipilih. Peraturan mengharuskan manajer investasi yang mengelola Reksadana untuk menerbitkan prospektus, maupun pembaharuan prospektus yang dilengkapi dengan laporan keuangan terakhir setiap 6 bulan. Bagi manajer investasi yang menawarkan lebih dari 1 Reksadana, satu prospektus dapat memuat lebih dari satu Reksadana. Investor dapat memilih Reksadana yang dikehendaki dengan membaca prospektus Reksadana.

Pemilihan Reksadana oleh pemodal umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pemodal, jangka waktu investasi dan tingkat resiko yang diinginkan investor. Kebanyakan investor memilih Reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi yang mengelola beberapa Reksadana, dengan pertimbangan pemodal dapat melakukan pengalihan ( swicthing)antara satu jenis Reksadana dengan Reksadana lainnya. Umumnya pemodal memilih Reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi yang menerbitkan beberapa Reksadana, seperti Reksadana saham, pendapatan tetap, campuran dan pasar uang.

Pada saat bursa saham sedang marak, bagi investor yang mau menanggung resiko yang cukup besar dapat memilih Reksadana saham atau untuk menekan resiko yang mungkin timbul memilih Reksadana campuran. Sedangkan pada saat tingkat suku bunga menarik, pemodal dapat memilih Reksadana pasar uang maupun Reksadana pendapatan tetap. Sebelum membeli Reksadana umumnya investor mempertimbangkan biaya penjualan kembali ( redemption fee ) dan biaya pengalihan ( switching fee ). Investor umumnya mempertimbangkan kemungkinan investor mengalihkan penyertaannya dari satu jenis Reksadana ke Reksadana lainnya, seperti dari Reksadana saham ke Reksadana pasar uang.

Baca Juga :