Alasan Mitsubishi Pembangunan Dealer Terkesan Lambat

Alasan Mitsubishi Pembangunan Dealer Terkesan Lambat

Alasan Mitsubishi Pembangunan Dealer Terkesan Lambat

Alasan Mitsubishi Pembangunan Dealer Terkesan Lambat
Alasan Mitsubishi Pembangunan Dealer Terkesan Lambat

n ke depan sanggup meresmikan delapan dealer mobil penumpang baru di lokasinya

berbeda-beda di Pulau Jawa.

Saat ini MMKSI baru saja meresmikan dealer ke-145 di kawasan Jalan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (18/11).

Pada Maret lalu MMKSI pernah mengungkap ingin menambah 10 dealer baru pada tahun fiskal 2019 (31 Maret 2019 sampai 1 April 2020) hingga total memiliki 153 dealer. Pada tahun fiskal sebelumnya MMKSI hanya memiliki 143 dealer.

“Kami masih optimis tambah 10 [dealer] di mana posisinya 145 masih kurang

delapan lagi jadi ‘PR’ kami akan kami optimalkan dalam waktu kurang dari lima bulan ini,” ungkap Setia Hariadi, Head of Dealer Development Department MMKSI, saat pembukaan dealer Mitsubishi Lenteng Agung.

Lihat juga:Ahok Pernah Punya Kuda dan X-Trail, Kini Tak Punya Mobil
Menurut Setia pihaknya sudah punya kandidat delapan dealer tersisa itu. Sebagian sudah ada yang beroperasi (belum diresmikan), namun sebagian lagi tinggal proses pengembangan hingga membutuhkan waktu untuk penyelesaian dan peresmian.

Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro menambahkan, peresmian dealer terkesan lambat terkait jadwal peresmian. Menurut dia ada sebagian dealer yang sudah beroperasi, hanya saja belum diresmikan dan diumumkan ke media.

“Sedikit terlambat itu karena grand opening ceremony-nya, jadi tinggal pengaturan jadwal saja

, makanya bisa beda satu atau dua bulan untuk grand opening-nya dari start operasi,” jelas Irwan.

Lihat juga:Daihatsu Sindir Xpander Crossover: Penjualan Mulai Turun
Mitsubishi Lenteng Agung

Dealer ke-145 di Jagakarsa merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan Srikandi Diamond Motors. Fasilitas ini menjadi dealer Mitsubishi ke-45 milik Srikandi yang dibangun atas investasi senilai sekitar Rp80 miliar.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/