Ajarkan Pendidikan Islam dengan Bahasa Inggris

Ajarkan Pendidikan Islam dengan Bahasa Inggris

Ajarkan Pendidikan Islam dengan Bahasa Inggris

Ajarkan Pendidikan Islam dengan Bahasa Inggris
Ajarkan Pendidikan Islam dengan Bahasa Inggris

Pembelajaran bahasa Inggris perlu dikenalkan sejak dini agar masyarakat Indonesia

siap bersaing di era global. Hal itulah yang diterapkan sekolah berkurikulum Internasional Islam, D’Royal Moroco Integrative Islamic School (DMIIS) yang berlokasi di jalan H. Salim III no. 7 Radio Dalam, Jakarta Selatan dan Indonesia Interactive Standard School (IISS) yang berlokasi di Malang.

“Mau tidak mau, akan semakin banyak interaksi dengam dunia luar karena Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) dan pasar ekonomi yang sangat besar. Kalau kita tidak bisa bajasa Inggris maka bagaimana kita bisa mengambil kesempatan itu,” ujar CEO DMIIS & IISS Endro Pradono disela peringatan Hari Kartini sekaligus memberikan santunan untuk 1.000 dhuafa, Jumat (27/4).

DMIIS merupakan sekolah berkurikulum Internasional Islam yang didirikan

di Jakarta pada 2009 oleh Yayasan Ariyasa Ishaq Salim yang dibentuk pasangan Endro Pradono dan Sinta Soedarno. Ini merupakan sekolah yang menerapkan bahasa Inggris sehari-hari disamping mengajarkan bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Mandarin sebagai tambahan.”Murid-murid diajarkan juga untuk mengerti dan hafal Al Qur’an disamping fasih berbahasa Inggris,” kata Endro.

Sebagai sekolah Islam DMIIS selalu menjunjung tinggi dan mengikuti sunah nabi Muhammad SAW

yang terbukti sukses menjadi pengusaha lintas negara pada usia yang relative muda yaitu 11 tahun. DMIIS berkomitmen untuk mempersiapkan murid-muridnya disamping cerdas juga cepat mandiri. Yaitu dengan memberikan peluang bagi murid yang berminat kuliah dengan program lebih cepat, bisa langsung kuliah pada usia yang lebih dini (dari grade 10).

Murid-murid DMIIS sebelum memulai kegiatan belajar diwajibkan melaksanakan sholat Dhuha, sedangkan sholat wajib/Dhuhur dilakukan secara berjamaah. Untuk murid klas 11 dan klas 12 diadakan program magang kerja sesuai bakat dan minat masing-masing agar murid mempunyai bekal untuk masa depannya.

Pada tahun 2010 DMIIS membuka ‘sister school’ Indonesia Interactive Standard School (IISS) yang berlokasi di jalan Sarangan no. 32 Malang yang sementara hanya ada tingkat SD dengan pengantar bahasa Inggris dan bernafaskan Islam.

Dalam memperingati Hari Kartini dan menjelang Ramadan, DMIIS & IISS semua murid DMIIS dari TK, SD, SMP dan SMA meramaikan acara dengan berpakaian tradisional Indonesia agar anak-anak memahami keanekaragaman budaya di Indonesia. Pada acara ini akan dihadirkan juga perwakilan dhuafa untuk menerima santunan secara simbolis.

Sinta Soedarno sebagai Advisor DMIIS & IISS menilai peringatan Kartini yang sengaja dibarengi dengan acara santunan dhuafa akan memberikan contoh pada anak-anak untuk berbagi pada orang yang membutuhkan.”Jadi tidak hanya memperingati saja, ada juga kegiatan-kegiatan lomba, pameran makanan perkelas dan pementasan yang sudah dipersiapkan anak-anak,” jelasnya.

 

Sumber :

https://readthedocs.org/projects/ojelmandiri/